Ukhuwwah Islamiyyah adalah ungkapan tentang persaudaraan yang dibangun di atas keimanan para pemeluk agama Islam, sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an :
وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَةَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Alloh, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Alloh kepadamu ketika kamu dahulu (pada masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Alloh mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Alloh, orang-orang yang bersaudara.” ( Qs. Ali ‘Imron : 103 )
Al-Hafizh Ibnu Katsir rohimahulloh berkata : “ Konteks ayat ini berkenaan dengan perkara yang terjadi antara Suku Aus dan Suku Khozroj, yang mana telah terjadi banyak peperangan, permusuhan yang sengit, kedengkian dan dendam di antara mereka pada masa jahiliyyah, kemudian mereka berubah menjadi bersaudara yang saling mencintai karena kemuliaan Alloh, saling menyambung hubungan baik karena Alloh, dan saling tolong-menolong dalam kebajikan dan taqwa.”
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada para Shahabat Anshor rodhiyallohu ‘anhum :
يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ أَلَمْ أَجِدْكُمْ ضُلَّالًا فَهَدَاكُمْ اللَّهُ بِي وَكُنْتُمْ مُتَفَرِّقِينَ فَأَلَّفَكُمْ اللَّهُ بِي وَعَالَةً فَأَغْنَاكُمْ اللَّهُ بِي
“Wahai kaum Anshor, bukankah aku mendapati kamu dalam keadaan sesat kemudian Alloh memberi petunjuk kepadamu melalui aku ?! dan kamu dahulu dalam keadaan bercerai-berai kemudian Alloh persatukan kamu melalui aku ?! dan kamu dulu miskin kemudian Alloh menjadikan kamu di dalam kecukupan melalui aku ?!” ( HR. Al-Bukhori )

Read the rest of this entry »

Umat Islam senantiasa di atas agama yang lurus dan kesatuan yang utuh, sampai muncul Abdullah bin Saba’ alias Ibnu Sauda’ yang menjadi arsitek perpecahan Umat Islam dan kemunculan aliran-aliran sesat di dalam Islam. Abdullah bin Saba’ adalah seorang Yahudi yang menyusup ke dalam tubuh kaum muslimin untuk menghancurkan Islam dari dalam, sebagaimana Saul yang juga seorang Yahudi yang menyusup ke dalam agama Nashrani untuk menghancurkan dan memecah-belah agama Nashrani.
Pada masa Pemerintahan Kholifah ‘Utsman bin ‘Affan rodhiyallohu ‘anhu, saat itu wilayah kaum muslimin telah begitu luasnya. Di akhir masa Pemerintahan Kholifah ‘Utsman ini, Abdulloh bin Saba’ memulai aksinya dengan memprovokasi orang-orang Mesir yang baru memeluk agama Islam untuk melakukan demontrasi ke Madinah menuntut Kholifah ‘Utsman untuk turun dari jabatannya dikarenakan tuduhan adanya nepotisme. Demontrasi ini berujung dengan gugurnya Kholifah ‘Utsman dibunuh oleh para perusuh.
‘Ali bin Abi Tholib rodhiyallohu ‘anhu yang menjadi kholifah menggantikan ‘Utsman bin ‘Affan rodhiyallohu ‘anhu melihat bahwa para perusuh telah menguasai kota Madinah, sehingga Kholifah ‘Ali memindahkan ibu kota ke Kufah.

Read the rest of this entry »

Ekonomi adalah ilmu mengenai asas-asas produksi, distribusi, dan pemakaian barang-barang serta kekayaan (spt hal keuangan, perindustrian, dan perdagangan). Sedangkan perekonomian adalah tindakan-tindakan (aturan-aturan atau cara-cara) berekonomi. Ada pun EKONOMI ISLAM adalah sistem perekonomian yang berlandaskan ’aqidah Islamiyah. Sehingga konsep ekonomi Islam memiliki asas sebagai berikut :
1. Keyakinan yang pasti dan keimanan bahwa semua kekuasaan itu pada dasarnya hanyalah milik Alloh ta’ala tidak ada sekutu bagi-Nya, sebagaimana firman Alloh ta’ala :
وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا
”Hanya milik Alloh saja seluruh kerajaan langit dan bumi dan apa saja yang ada di antaranya.” ( Qs. Al-Maidah : 17 )
2. Seluruh harta kekayaan sebenarnya adalah harta Alloh, baik itu harta yang disimpan atau pun dipergunakan oleh manusia semuanya milik Alloh semata Sehingga apa pun yang ada di tangan manusia, sebenarnya adalah milik Alloh, sebagaimana firman Alloh ta’ala :
وَآَتُوهُمْ مِنْ مَالِ اللَّهِ الَّذِي آَتَاكُمْ
”dan berikanlah kepada mereka dari harta Alloh yang Dia berikan kepada kalian.” ( Qs. An-Nur : 33 )

Read the rest of this entry »

Nasihat terus diberikan oleh orang dekat Fir’aun yang sudah me- ngikuti da’wah Nabi Musa dan Nabi Harun. Tetapi kesombongan Fir’aun menghalanginya dari menerima nasihat tersebut.
وَيَا قَوْمِ مَا لِي أَدْعُوكُمْ إِلَى النَّجَاةِ وَتَدْعُونَنِي إِلَى النَّارِ
“Hai kaumku, bagaimanakah kalian ? Aku menyeru kalian kepada kesela matan, tapi kalian malah menyeru aku ke neraka ?” ( Qs Al-Mu’min : 41 )
Demikian keadaan orang-orang yang tidak beriman, tatkala diajak kepada kebaikan, mereka menolak, bahkan balik mengajak kepada kekafiran.
تَدْعُونَنِي لِأَكْفُرَ بِاللَّهِ وَأُشْرِكَ بِهِ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ وَأَنَا أَدْعُوكُمْ إِلَى الْعَزِيزِ الْغَفَّارِ
“( Kenapa ) kalian menyeruku supaya kafir kepada Alloh dan memperse-kutukan-Nya dengan apa yang tidak kuketahui padahal aku menyeru ka-lian ( beriman ) kepada Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun ?”
( Qs. Al-Mu’min : 42 ) Read the rest of this entry »

Politik di dalam istilah agama Islam disebut dengan siyasah. Menurut bahasa siyasah berarti “mengatur dan melaksanakan suatu urusan”. Sedangkan menurut istilah, politik atau siyasah Islamiyah yaitu mengatur urusan umat untuk kebaikan yang kembali kepada individu dan jama’ah kaum muslimin.
Dasar politik Islam adalah ‘aqidah Islamiyah, yaitu tauhid : mengesakan Alloh ta’ala dalam semua sisi kehidupan. Sehingga politik Islam tidak dibatasi oleh batas-batas geografi, suku bangsa, ras atau pun ikatan-ikatan emosional yang lainnya. Yang demikian karena politik Islam tidak bisa terlepas dari tujuan hidup manusia, yaitu ibadah kepada Alloh ta’ala. Berikut ciri-ciri Politik Islam :

Read the rest of this entry »

Nasionalisme berasal dari kata nation yang berarti bangsa. Sehingga faham Nasionalisme adalah faham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri atau politik untuk membela pemerintahan sendiri, yaitu sifat kenasionalan. Faham nasionalisme ini ada yang terlahir dari adanya kesamaan etnis, budaya, ideologi, agama dan letak geografis.
Faham Nasionalisme ini bermula dari zaman Renaissance di Benua Eropa ketika Martin Luther Pencetus Agama Protestan menterjemahkan Perjanjian Baru ke dalam bahasa Jerman dengan gaya bahasa yang membangkitkan semangat nasionalisme dari dominasi Gereja Katholik Roma. Kemudian faham nasionalisme ini merasuki berbagai bangsa dan negara di dunia.

Read the rest of this entry »

قال الله تعالى حين يصف عن أولي الألباب : { وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ }( الرعد : 21 )
قال صلى الله عليه و سلم : [مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ ] رواه البخاري
قال صلى الله عليه و سلم : [مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ ] رواه البخاري و مسلم و أبو داود و أحمد
قال ابن حجر العسقلاني : وَالْأَثَر هُنَا بَقِيَّةُ الْعُمُ ……. قَالَ الْعُلَمَاءُ : مَعْنَى الْبَسْطِ فِي الرِّزْق الْبَرَكَة فِيهِ ، وَفِي الْعُمُر حُصُولُ الْقُوَّةِ فِي الْجَسَدِ ، لِأَنَّ صِلَةَ أَقَارِبِهِ صَدَقَةٌ وَالصَّدَقَةُ تُرَبِّي الْمَالَ وَتَزِيدُ فِيهِ فَيَنْمُو بِهَا وَيَزْكُو ، لِأَنَّ رِزْق الْإِنْسَان يُكْتَبُ وَهُوَ فِي بَطْنِ أُمِّهِ فَلِذَلِكَ اُحْتِيجَ إِلَى هَذَا التَّأْوِيلِ ، أَوْ الْمَعْنَى أَنَّهُ يُكْتَبُ مُقَيَّدًا بِشَرْطٍ كَأَنْ يُقَالَ إِنْ وَصَلَ رَحِمَهُ فَلَهُ كَذَا وَإِلَّا فَكَذَا ، أَوْ الْمَعْنَى بَقَاءُ ذِكْرِهِ الْجَمِيلِ بَعْدَ الْمَوْتِ
قال النووي : وَأَمَّا التَّأْخِير فِي الْأَجَل فَفِيهِ سُؤَال مَشْهُور ، وَهُوَ أَنَّ الْآجَال وَالْأَرْزَاق مُقَدَّرَة لَا تَزِيد وَلَا تَنْقُص ، { فَإِذَا جَاءَ أَجَلهمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَة وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ } وَأَجَابَ الْعُلَمَاء بِأَجْوِبَةٍ الصَّحِيح مِنْهَا أَنَّ هَذِهِ الزِّيَادَة بِالْبَرَكَةِ فِي عُمْره ، وَالتَّوْفِيق لِلطَّاعَاتِ ، وَعِمَارَة أَوْقَاته بِمَا يَنْفَعهُ فِي الْآخِرَة ، وَصِيَانَتهَا عَنْ الضَّيَاع فِي غَيْر ذَلِكَ
قال ابن تيمية : الأجل أجلان : مطلق يعلمه الله , و أجل مقيد … فإن الله أمر الملك أن يكتب له أجل و قال : إن وصل رحمه زدته كذا ز كذا , و الملك لا يعلم أ يزداد أم لا , لكن الله يعلم ما يستقر عليه الأمر , فإذا جاء الأجل لا يتقدم و لا يتأخر
عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ فَقَالَ الْقَوْمُ مَا لَهُ مَا لَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ [ أَرَبٌ مَا لَهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعْبُدُ اللَّهَ لَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ ذَرْهَا ] رواه البخاري و النسائي و أحمد
قَالَ اِبْن بَطَّال : هُوَ اِسْتِفْهَام وَالتَّكْرَار لِلتَّأْكِيدِ . وَقَوْله ” أَرَب ” بِفَتْحِ الْهَمْزَة وَالرَّاء مُنَوَّنًا أَيْ حَاجَة
قال صلى الله عليه و سلم : [ إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ الْخَلْقَ حَتَّى إِذَا فَرَغَ مِنْ خَلْقِهِ قَالَتْ الرَّحِمُ هَذَا مَقَامُ الْعَائِذِ بِكَ مِنْ الْقَطِيعَةِ قَالَ نَعَمْ أَمَا تَرْضَيْنَ أَنْ أَصِلَ مَنْ وَصَلَكِ وَأَقْطَعَ مَنْ قَطَعَكِ قَالَتْ بَلَى يَا رَبِّ قَالَ فَهُوَ لَكِ ] رواه البخاري و مسلم و أحمد
قال الله تعالى : { فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ أُولَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ } ( محمد : 22 – 23 )
قال صلى الله عليه و سلم : [ لا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطعٌ ] رواه البخاري و مسلم و الترمذي , و في رواية أبي داود و أحمد : لا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ
قال صلى الله عليه و سلم : [ لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلَكِنْ الْوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا ] رواه البخاري و أبو داود و الترمذي و أحمد
قال ابن الأَثير وهي كِناية عن الإِحسان إِلى الأَقرَبين من ذوي النسَب والأَصْهار والعَطف عليهم والرِّفْق بهم والرِّعاية لأَحْوالهم وكذلك إِن بَعُدُوا أَو أَساؤوا وقَطْع الرَّحِم ضدُّ ذلك كلِّه

Bulan Romadhon adalah bulan berlimpah rahmat dan karunia dari Alloh ta’ala, sehingga Alloh pun berfirman :
إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة وغلقت أبواب النار وصفدت الشياطين
“Bila datang bulan Romadhon, dibukalah pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan-syetan pun dibelenggu.” ( HR. Muslim )
Dalam riwayat yang lain Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إذا جاء رمضان فتحت أبواب الرحمة وغلقت أبواب جهنم وسلسلت الشياطين
“Bila datang bulan Romadhon, dibukalah pintu-pintu rahmat, ditutup pintu-pintu neraka Jahannam dan syetan-syetan pun dirantai.” ( HSR. An-Nasai )
Tetapi pertanyaan yang sering muncul adalah : “Kenapa bila syetan-syetan dibelenggu di bulan Romadhon, masih tetap ada kasus kesurupan atau penampakan makhluk halus di bulan Romadhon ?” Pertanyaan yang sejenis adalah : “Bila syetan dibelenggu di bulan Romadhon, mengapa hampir setiap hari kita mendengarkan berita kriminalitas dan tindak kejahatan di bulan Romadhon ?”
Jawabannya disebutkan dalam hadits yang lainnya :
إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِي مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنْ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ
“Bila awal malam dari bulan Romadhon, syetan-syetan dan jin-jin yang durhaka dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup sehingga tidak ada satu pintu neraka pun yang terbuka, dan pintu-pintu syurga dibuka sehingga tidak ada satu pintu syurga pun yang tertutup, dan memanggillah seorang penyeru yang menyeru : “Wahai pencari kebaikan sambutlah ! Wahai pencari keburukan tahan dirilah ! Dan Alloh memiliki orang-orang yang dibebaskan dari api neraka dan yang demikian ada setiap malam.” (HSR. An-Nasai dan Ibnu Majah )

Read the rest of this entry »

PEMUJAAN KEPADA PARA ALIEN

Berawal dari kesombongan manusia akan kepandaian yang dia miliki, L. Ron Hubbard sejak tahun 1952 mengembangkan ajaran Scientology yaitu ajaran yang menjadikan sains dan teknologi sebagai agama. Pemikiran ini dilatarbelakangi oleh filsafat “menolong diri sendiri”. Mereka meyakini bahwa dengan sains dan teknologi manusia mampu menyelamatkan diri sendiri dari begitu banyak masalah. Sehingga ajaran scientology ini bertujuan agar jiwa manusia mampu mendapatkan “kebebasan total”, bebas dari segala norma aturan agama yang dianggap kuno dan terlalu membelenggu kreatifitas para pemuja sains. Setelah 30 tahun berjuang memperkenalkan ajaran barunya ini, mulai menjamurlah ajaran scientologi ini di dunia Barat dan Amerika. Bahkan beberapa negara telah mengakuinya sebagai sebuah agama. Sampai ada beberapa gereja yang memproklamirkan diri sebagai Gereja Scientology.
Bernaung di bawah payung Scientology, Claude Vorilhon yang kemudian menyebut dirinya sebagai Real membuat sebuah faham baru yang dikenal sebagai Realianisme, yaitu sebuah faham yang mendasarkan ajarannya kepada sains dengan menafikan adanya Tuhan. Ajaran Realianisme ini menerangkan bahwa semua ajaran agama yang ada di muka bumi ini dapat diterangkan melalui teori sains yang mereka anut. Bahkan mereka menganggap dirinya sebagai “pencerah” bagi agama-agama primitif yang ada di dunia, seperti Hindu, Budha, Yahudi, Nashrani, Islam dan lain-lainnya. Dalam perkembangan selanjutnya aliran ini meyakini bahwa Rael adalah nabi terakhir di bumi yang akan membangun syurga di bumi ini. Sedangkan “tuhan” yang mengutus Rael adalah para alien.

Read the rest of this entry »

Polemik seputar hormat bendera telah menjadi isu hangat yang sangat riskan untuk digunakan musuh-musuh sebagai sarana meletupkan isu sara. Sebenanya polemik seputar hormat bendera tidak hanya terjadi di kalangan umat Islam. Ada beberapa sekte Nashrani seperti aliran Saksi Yehuwa yang juga mengharamkan menghormat kepada bendera secara mutlak. Di kalangan para ulama Islam sendiri terdapat beberapa pendapat seputar hormat bendera ini. Bahkan di dalam Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) juga terdapat perbedaan pendapat seputar masalah ini. Ada yang mengharamkan karena menganggapnya sebagai kesyirikan, ada yang mengharamkan karena dianggap meniru orang-orang kafir ahli kitab, dan ada pula yang membolehkan secara mutlak. Sebagaimana kami pernah berdialog dengan salah seorang ulama Mesir yang juga guru besar ‘Aqidah di salah satu kampus yang berpusat di sana, bahwa beliau membolehkan hormat bendera secara mutlak sebagai wujud kepatuhan kepada Pemerintah dan cinta kepada tanah air. Beliau berdalil dengan firman Alloh ta’ala :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Alloh, ta’atilah Rosul, dan Peme rintah kalian !” ( Qs. An-Nisa’ : 59 )

Read the rest of this entry »