Agama Hindu berasal dari agama Brahmana yaitu agama para per tapa pada abad VIII SM. Mereka meyakini bahwa tuhan mereka adalah Brahma yang menciptakan alam semesta. Kemudian para pertapa yang menjadi media perantara antara mereka dengan tuhan mereka, yaitu Brah ma disebut Brahmana. Agama Hindu terlahir dari tradisi Bangsa Arya yang datang dari Eropa atau Turkistan, dengan membawa tradisi dan adat kebudayaan me-reka yang didukung oleh para Brahmana maka terlahirlah agama Hindu. Agama Hindu termasuk agama penyembah alam, yaitu melegal-kan penyembahan kepada pohon-pohonan, bebatuan, gunung, laut, su-ngai, binatang dan lain-lainnya. Mereka mengkeramatkan Gunung Maha-meru, Sungai Gangga, Sapi, Ular dan lain-lainnya  Dalam perkembangannya, mereka menyebut bahwa pada setiap unsur di alam ada dewa yang menjaga dan mengurusinya. Maka mereka pun meyakini ratusan, bahkan ribuan dewa-dewi di alam ini. Diantaranya ada Dewa Surya yang diyakini sebagai dewa matahari, Dewa Agni yang dipercaya sebagai dewa api, Dewa Indra yaitu dewa petir yang menda-tangkan hujan dan lain-lainnya. Bahkan mereka meyakini adanya dewi kejahatan, yaitu Dewi atau Bethari Durga. Sekali pun dewa-dewi mereka banyak, namun bila mereka sedang memuja salah satu dewa dari sekian banyak dewa-dewi yang mereka yaki ni, mereka menyebutnya sebagai dewa yang paling tinggi dengan melupa kan dewa-dewi yang lainnya. Begitu pula ketika memuja dewa yang lain- nya lagi, mereka menyebutnya sebagai dewa tertingginya. Mereka juga beranggapan bahwa dewa-dewi terkadang turun ke dunia menjelma menjadi beberapa jenis binatang, sehingga mereka meng keramatkan sapi, ular dan lain-lainnya yang dianggap sebagai penjelmaan dari dewa-dewi mereka. Dalam perkembangannya, mereka kemudian menyepakati pengga bungan tuhan-tuhan mereka itu menjadi satu, yaitu Iswara atau Trimurti. Mereka meyakini bahwa Iswara adalah dewa dan tuhan tertinggi. Iswara memiliki tiga rupa, sehingga disebut dengan Trimurti. Bila dalam keada-an mencipta alam ia berupa Brahma, bila dalam keadaan memelihara alam dia berupa Wisnu, namun bila dalam keadaan menghancurkan atau merusak alam dia berujud Syiwa. Lalu mereka meyakini bahwa Brahma, Wisnu maupun Syiwa adalah sama dalam hal keutamaannya. Namun dalam prakteknya timbul perbedaan. Para penganut Hindu terpecah menjadi beberapa golongan atau aliran. Yaitu ada aliran yang mengutamakan penyembahan kepada Brahma, ada aliran yang menguta-makan penyembahan kepada Wisnu, dan ada aliran yang mengutamakan penyembahan kepada Syiwa. Agama Hindu di Indonesia termasuk aliran yang mengutamakan penyembahan kepada Syiwa. Agama Hindu, selain menyembah kepada alam, binatang dan de-wa-dewi, mereka juga menyembah kepada Kasta atau status sosial. Da-lam agama Hindu, manusia dikelompokkan menjadi lima kasta, yaitu :

1. Kasta Brahmana ( golongan pendeta / agamawan ).

2. Kasta Ksatria ( golongan bangsawan ).

3. Kasta Waisya ( golongan petani dan pedagang ).

4. Kasta Sudra ( golongan buruh / pekerja kasar ).

5. Kasta Paria ( golongan yang tidak memiliki martabat dan kasta ).

Pembagian ini adalah sebagai dampak kemenangan Bangsa Arya atas Bangsa Dravida yang kemudian menjadikan bangsa Dravida menjadi bu-dak atau orang-orang berkasta rendah. Bahkan kasta Sudra dan Paria dila rang keras membaca kitab Veda. Bila sampai kedapatan mereka memba-canya, maka mereka akan dihukum berat, yaitu bila matanya melihat Ve-da maka harus dicukil, bila lidahnya membaca Veda maka harus dipo-tong, bila telinganya mendengar Veda maka harus dicor dengan tembaga atau sejenisnya. Agama Hindu Bali atau Gama Bali atau Gama Tirta yaitu agama Hindu yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Agama Hindu Bali ini ti-dak lagi menerapkan sistem Kasta. Dalam pemujaannya kepada dewa-de-wi mereka ada sedikit perbedaan dengan Agama Hindu di India. Di Bali, mereka lebih mengagungkan Dewa Ciwa sebagai sebagai dewa tertinggi-nya yang memiliki berupa bentuk, seperti : Mahadewa Paramaswara, Is-wara Sang Hyang Sarwa, Sang Hyang Tirta, Bathara Guru ( Mahakala ), dan Bairawa. Agama Hindu Bali mengkeramatkan Gunung Agung yang diyakini sebagai tempat tinggal Ciwa. Gambaran nyata tentang kekacauan aqidah penganut agama Hin-du bisa kita lihat pada cerita Wayang Kulit yang menggambarkan pemuja an terhadap dewa-dewi agama Hindu. Walaupun sekedar dongeng yang divisulisasikan dengan wayang, namun dapat terbaca jelas bagaimana ca-ra penganut agama Hindu memuja dan memperlakukan tuhan-tuhan mere ka. Karena dongeng dalam Ramayana atau pun Mahabarata diilhami oleh keyakinan mereka dalam beraqidah. Sedangkan Agama Budha adalah ajaran filsafat kehidupan yang diajarkan oleh Sidharta Gautama. Agama Budha pada awal-awal tumbuh-nya tidak memiliki konsep tentang ketuhanan, karena hanya berbicara ten tang ajaran kehidupan. Bahkan Sidharta melarang para pengikutnya mem bicarakan seputar ketuhanan. Dalam beberapa ceramahnya, Sidharta ma- lah mencela orang-orang yang bertuhan. Sehingga agama Budha semasa Sidharta dan setelah Sidharta terpecah menjadi dua, yaitu Budha aliran Selatan yaitu yang tidak berbicara tentang ketuhanan, yakni agama Bu-dha yang banyak dianut di daerah Myanmar, Thailand dan Srilanka., dan kitab sucinya berbahasa Baliah. Dan Budha aliran Utara yang kemudian terpengaruh oleh agama Hindu dan animisme sehingga berbicara pula ten tang ketuhanan. Ini adalah agama Budha yang tersebar di daerah China, Jepang, Nepal dan Indonesia yang kitab sucinya berbahasa Sansekerta. Dalam perkembangannya terjadi pengaruh ajaran Hindu ke dalam ajaran Budha aliran Utara, yaitu dengan disembahnya pula dewa-dewi yang diyakini oleh agama Hindu. Hanya saja dewa tertinggi dalam agama Budha disebut dengan Sang Hyang Adi Budha. Selebihnya, tidak ada per bedaan antara agama Hindu dengan Budha dalam dewa-dewinya. Hanya saja dalam agama Budha setiap orang suci mereka yang telah mencapai derajat kebudhaan, mereka kultuskan, bahkan kemudian mereka menyem bahnya. Sehingga pada masa sekarang tidak aneh bila penganut agama pun menyembah Sidharta Gautama dan orang-orang suci mereka lainnya. Agama Budha ternyata kurang berkembang di tanah kelahirannya yaitu India, karena dominasi agama Hindu di sana. Tetapi di daratan Cina agama Budha disambut oleh penduduk setempat yang memang animisme sehingga terjadilah percampuran antara agama Budha dengan keyakinan masyarakat China, sampai akhirnya lahirlah dewa-dewi baru yang berbe-da dengan dewa-dewinya di India. Di antaranya mereka memuja Dewi Kwan Im dan budha-budha lainnya. Kalau kita ingin melihat bagaimana cara orang-orang Budha me-muja dan memperlakukan tuhan-tuhan mereka, kita bisa melihat pada ce- rita-cerita fiktif yang diilhami oleh ’aqidah mereka yang banyak digemari oleh penganut Budha, seperti kisah Sun Go Kong dan lain-lainnya. Demikian sekilas tentang agama Hindu dan Budha dalam konsep tentang ketuhanannya. Ada pun agama Kong Hu Chu tidak jauh berbeda dengan agama-agama ini, dan asalnya juga sekedar ajaran filsafat yang dalam perkembangannya ikut pula berbicara seputar ketuhanan dengan dewa-dewinya yang mirip dengan dewa-dewi Budha di China. [ ’Abdulloh A. Darwanto ]

70 Responses to “KONSEP KETUHANAN AGAMA HINDU DAN BUDHA”

  • Orang bali:

    Sebuah Tulisan yang cukup Ngawur entah darimana sumbernya?!?!?

  • riana:

    ketika seseorang membaca buku tentang lautan tetapi ia sendiri tak pernah menyelam maka, beginilah hasilnya

  • Abdulloh:

    Terima kasih atas commetnya. Untuk Orang bali, silakan anda membaca buku-buku perbandingan agama dan sejarah agama-agama di dunia, semoga bisa mengambil faedahnya. Untuk Riana, ada pertanyaan balik untuk anda, apakah untuk mengetahui dan bisa mengkritisi faham komunisme kita harus menjadi seorang komunis terlebih dulu ?

  • mamas86:

    Ijin copy artikel2 yang berhubungan dengan KONSEP KETUHANAN ya pak…? Ada tugas dari dosen untuk membuat resume tentang KONSEP KETUHANAN nih pak. Makasih sebelumnya pak…

  • boni:

    @ orang bali

    Resp anda : Sebuah Tulisan yang cukup Ngawur entah darimana sumbernya?!?!?

    Respon saya : Bukankah anda yang ngawur ? berkomentar tanpa suatu alasan jelas ?,bagaimana anda bisa komplen sementara yang anda anggap ngawur itu anda tidak jelaskan ? tidak ada suatu artikel yang di muat kalau tidak di pelajari dulu mas.

    @ riana

    respon anda : ketika seseorang membaca buku tentang lautan tetapi ia sendiri tak pernah menyelam maka, beginilah hasilnya

    respon saya : bukankah yang anda katakan ini ,termasuk juga yang anda lakukan sekarang ini ?.kalau anda cukup pintar pasti anda tahu dan mengerti maksud saya ini,asal anda mau seperti yang anda katakan itu ? yaitu mau menyelami tulisan saya ini.

  • boni:

    @ Abdullah

    asallammuallaikum
    mat kenal saudaraku…artikel2 anda sangat lah menambah pengetahuan saya.
    selamat berjuang bung…!
    Wasallam

  • Abdulloh:

    Terima kasih saudara Boni, mari kita suarakan bersama kebenaran, sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam : “Katakanlah yang benar meskipun pahit !”

  • boni:

    @ Abdullah
    Amin …saudaraku

  • abdullah:

    Sungguh kesesatan yang nyata.

    Naudzubillahimindzalik

  • dewa purbaya:

    Wah sukanya menghina agama orang lain, ga melihat agama sendiri seperti apa, anda ga tau konsep TRI HITA KARANA,
    1. hubungan dengan Tuhan
    2. Hubungan dengan makhluk lainnya
    3. Hubungan dengan alam

    itulah sebabnya di Bali yang menganut paham Hindu tidak serusak tempat anda bung, ga seperti anda yang menganggap orang beragama lain itu hina.

  • Rinjani:

    Agama adalah bukan identitas beku yang harus kita bawa sampai mati.maka itu berarti tidak tertutup untuk mempelajari kepercayaan yang lain. Kita tidak bisa menghakimi kepercayaan orang lain dengan pembanding kepercayaan yang kita anut.Spiritualitas itu tidak ada boundaries di dalamnya, dia berkembang sepanjang jaman tidak memakai batas-batas penyekat.
    Kekhawatiran kita terhadap perbedaan, rasa takut terhadap perbedaan itulah yang menimbulkan kecurigaan
    Agama yang kita anut seharusnya menjadi Agama Cinta. kebaikan, cinta kasih, belas kasih, rasa toleransi, rasa persaudaraan, yang seharusnya ditonjolkan agama Itu. itulah sebenarnya hakikat dari agama.

  • agung:

    halo bapak abdulloh….

    artikel anda tentang agama hindu Bali mungkin agak kurang mengena di hati saya…

    mungkin sebelum anda membuat artikel ini ada baiknya anda mencari informasi tentang tulisan ini dari sumber - sumber yang ada yang dapat dipercaya kebenarannya, sebab ada beberapa bagian yang sepertinya “mencela” ajaran agama hindu ini.

    tapi, ini khan media dakwah islam ya, jadi menurut saya sih sah - sah aja sebab dalam dakwah agama - agama lain pun pasti ada suatu bagian yang “mencela” agama lainnya.

    terima kasih

  • Abdulloh:

    Sdr. Agung, kami tidak pernah bermaksud mencela agama Hindu atau Budha, tetapi kami hanya memberikan data ilmiyah yang kami ketahui tentangnya berdasarkan sumber-sumber yang juga akurat -baik literatur maupun kenyataan di lapangan-, selanjutnya silakan bagi anda untuk menelaahnya. Bila memang ada yang kurang tepat atau keliru menurut anda, silakan sebutkan poinnya secara jelas supaya kami bisa melakukan pengecekan. Terima kasih.

  • kasihan:

    islam juga menyembah batu hitam kabah…
    allah adalah nama dewa bulan kaum pagan..

    negara negara yang menganut agama budha hasilnya lebih maju dibanding negara negara islam dalam kehidupan sekarang ini..

    mau bukti lihat saja sendiri..

    yang ada negara negara islam sudah dicap sebagai teroris dunia..

    wahai bali hati hati terhadap islam .. daerah anda sudah 2 kali dibom sama penganut islam sejati.

  • kasihan:

    sebentar lagi semua komentar yang memojokan islam akan dihapuskan.. inilah ilmu sejati islam yaitu ilmu taqiyah yang diajarkan oleh si muhammad…
    ilmu taqiyah ini telah diterapkan disemua website islam radikal..hati hati mereka ini adalah cikal bakal teroris dunia.

    kalau berani komentar yang memojokan islam jangan dihapus…

    dan kalau berani jangan pakai internet karena internet ditemukan oleh amerika yang diaangap kafir

    hati hati rakyat indonesia jangan mau diadu domba..

    telah terbukti bali dibomb 2kali oleh teroris islam sejati

  • Abdulloh:

    Sdr Kasihan, tuduhan anda sudah kami bantah dalam artikel yang terdahulu, sehingga kami merasa tidak perlu membantahnya lagi. LAGU LAMA YANG MEMBOSANKAN !!! Kami tidak ternah mencaci maki atau pun menghina dengan cara-cara keji agama mana pun. Kami hanya sebatas memberikan wacana ilmiyah. Kalau mau komentar, silakan komentar yang santun dan ilmiyah, bukan caci maki yang keji yang menunjukkan kedangkalan pemahaman anda terhadap ajaran agama. Harus dibedakan antara DIALOG ILMIYAH dengan PELECEHAN AGAMA !!! Apa anda tidak faham ????

  • Abdulloh:

    Sdr. Dewa Purbaya, kerusakan bisa terjadi di mana pun, bukan karena agamanya, tetapi penghayatannya yang mungkin kurang. Anda tidak bisa menyombongkan daerah anda dengan LEBIH BAIK, buktinya kasus AIDS dan seks bebas di daerah anda lebih banyak, dan gudangnya. Jangan kita melarikan masalah kepada masalah baru, karena ketidakmampuan kita memberikan jawaban yang ilmiah. Silakan anda berkometar dengan santun dan ilmiah, anda punya hak jawab, tetapi jangan lari dari suatu tema yang dibahas kepada tema lain apalagi dengan penilaian yang sangat subyektif !!!

  • Abdulloh:

    Sdr. Rinjani, DIALOG dan STUDI KRITIS bukan hal yang tercela apalagi tabu. Di alam modern dan dunia yang maju hal ini adalah biasa dan lebih mendewasakan pola fikir masyarakatnya. Apakah kita akan terus dibuai dengan LAGU ORDE BARU yang menjadikan ketertinggalan bangsa ini selama 32 tahun, karena dilarangnya berdialog kritis dan ilmiah ??? Oke kita sepakat TIDAK MENCELA AGAMA MANA PUN, WAJIB TELORANSI dan seterusnya, tetapi jangan jadikan ini sebagai penghalang untuk melakukan dialog ilmiah dan studi kritis !!! Semoga anda faham

  • kasihan:

    sudah terbukti bahwa agama masing masing selalu mendepankan bahwa agamanya lah yang paling bener(seperti klaim abdulloh diatas!!

    seperti iklan kecap yang pasti semuanya bilang kecap dialah yang noomor satu tidak ada kecap yang nomor dua..(persis seperti argumen anda)

    agama yang lain yang anda sebutkan diatas juga mengklain bahwa agamanya paling bener sesuai dengan kitab sucinya masing masing…

    tapi yang pasti terbukti setelah adanya kenyataan:

    1.Negara negara pemeluk agama budha lebih maju dibandingkan negara negara pemeluk islam
    (cari aja sendiri)

    2.islam identik dengan kekerasan(lihat saja perbuatan teroris yang selalu membawa bawa nama agama

    3.tidak ada teroris yang mengatasnamakan agama budha!!!(walaupun patung budha di bamiyan diledakan

    4.islam arab perang lawan yahudi israel tidak pernah menang menang walaupun pakai keroyokan(mesir,suriah,palestina)
    berarti tuhanya si israel(yahwe) lebih sakti dibanding kan tuhannya islam(allah)!!
    ini bukti tak terbantahkan!

    Hati hatilah orang Bali dengan website website seperti ini yang berasal dari islam radikal (kebanyakan dari arab aliran wahabi)..
    ingat daerah anda sudah dibom 2 x oleh orang yang mengaku ngaku penganut islam sejati!!!

    kalau anda ingin dialog agama sebainya anda berdialog live di TV ataupun di radio jadi langsung ada tanggapannya

    dasar tukan kecap yang mengaku ngaku kecap nomor satu

  • kasihan:

    semua klaim klaim anda diatas persis seperti cerita ini:

    orang padang sukanya makan yang pedas pedas dan asin, sedangkan orang jawa tengah sukanya makan yang manis manis dan tidak pedas…
    lain lagi orang papua yang makananya lebih aneh lagi ..

    terus di orang bilang bahwa makanannya lah yang paling enak,paling benar dan paling bergizi dan terbukti banyak restoran restoran padang di nusantara… makanan si sunda tidak ada apa apanya apalagi makanan papua…

    tapi si padang tidak tau bahwa diluar negeri masih banyak jenis jenis makanan lain yang lebih banyak penggemarnya(makanan prancis,makanan cina,makanan jepang)

    jadi klaim klaim anda diatas persis seperti si padang…

    semua agama pasti mengklaim agama dialah yang paling bener dengan memakai ukuran agamanya untuk menghakimi agama lain…

    dasar islam *****

  • kasihan:

    kalau anda memakai media internet!!! silahkan anda check di internet banyak kok website yang menampilkan tulisan tulisan yang membuka kebodohan agama islam!!(males saya tulisnya ntar dibilang memojokan islam!!
    check aja sendiri..

    buat teman teman yang beragama budha dan hindu sebaiknya juga mencari website website yang berisi kebodohan agama islam juga..

    jadi biar anda lihat juga bahwa agama islam itu lebih goblok dibandingkan agama budha dan hindu..

    harusnya si abdulloh ***** ini malu memakai teknologi internet yang ditemukan ohleh amerika yang mereka anggap kafir..
    tapi beginilah wajah islam radikal sejati memakai ilmu taqiyah mereka ..(kalau tidak mengarti ilmu taqiyah cari saja di internet banyak kok penjelasannya!

    yang pasti pemeluk agama budha tidak pernah membunuh orang yang mencemarkan agama budha(patung budha di bamiyan aja dihancurkan sama si taliban.. pemeluk agama budha tidak mengeluakan fatwa membunuh taliban…

    coba anda bandingkan dengan karikatur si muhammad yang dibikin di denmark… langsung deh keluar peernyatann dari islam islam radikal yang mau membunuh…

    ini kenyataan tak terbantakan bahwa islam haus darah.

  • CAMAT (CALON MATI):

    ASSALAMU’ALAIKUM tuk smuanya.wah menarik nih ngobrolnya dari ada yang tenang ampe ada senang malah ada yang marah.dah gini aja memang wajar klo manusia seperti itu yaitu memiliki bermacam-macam sifat dan bentuk usaha dalam kehidupannya dan akan diketahui oleh ALLAH apa saja motif dan tujuannya sehingga akan mendapat ganjaran yang pas dan adil (sebesar biji zarah pun kebaikan maupun keburukan seseorang pastilah DIA mengetahuinya).nah sekarang masalahnya adalah ketika nanti saya,anda dan kita smua diadili di akhirat kelak amalan yang dibawa adalah amalan kita masing2 sendiri. jadi bagi yang berumur 20-an,30-an,40-an atau berapapun itu bersegeralah masing-masing tuk mencari kebenaran (sesungguhnya yang hak/benar dan yang batil/salah itu sudah jelas).tapi ingat untuk mendapatkan cahaya kebenaran itu, hilangkanlah kesombongan atas apa yang telah kita tahu maupun apa yang telah kita raih/dapat baik itu berupa ilmu,ketenaran,pengikut harta dll karena pada dasarnya smua yang kita lakukan adalah tuk mencari ridha/kerelaan-NYA bukan kepuasan palsu yang dapat melahirkan kesombongan.nah jadi selamat bertanya pada diri sendiri tentang apa yang telah dicapai dan carilah kebenaran itu,tapi ingat ada batas waktunya!!! (KATAKANLAH : DIALAH ALLAH TUHAN YANG ESA), (WAHAI JIWA-JIWA YANG TENANG,KEMBALILAH KEPADA TUHANMU DENGAN RASA RIDHA/RELA DAN RASA DIRIDHAI, MAKA MASUKLAH KEDALAM GOLONGAN HAMBA2KU, DAN MASUKLAH KEDALAM SURGAKU). silahkan mencari…!

  • Abdulloh:

    Sdr Kasihan yang sangat subyektif. Kalau anda katakan tidak ada kekerasan dari penganut Budha, anda keliru. Di Thailand dan Myanmar beberapa tahun silam terjadi banyak kekerasan yang dilakukan kaum ekstrem Budha terhadap kaum muslimin. Apa anda mau menutup mata ? Tapi kami selalu berusaha obyetif. Kami katakan bahwa itu adalah oknum yang ekstrem, bukan seluruh umat Budha seperti itu. Begitu juga penganut Hindu di India. Cobalah berfikir obyektif, jangan karena TAKUT DIKRITIK lantas berkata dengan amarah dan penuh subyektifitas. Kalau anda katakan tidak ada negara Islam yang lebih maju dari negara Budha, anda juga salah. Kalau anda kira perang Arab vs Israel adalah perang murni agama, itu juga kurang tepat. Andai perang murni agama, sudah tentu janji Alloh pasti benar. Yang ada adalah perang tersebut telah digiring kepada perang kesukuan, hasil dari Ghozwul Fikri ( pencucian otak ) yang dilakukan oleh Barat terhadap negara-negara arab. Dan masalah web-web yang menghina Islam, kami tidak pernah menanggapinya karena CARA DAN UCAPAN KEJI MENUNJUKKAN KEBOBROKAN AQIDAH ORANG YANG MELAKUKAN DAN MENGATAKANNYA. Sehingga perkataan mereka adalah sebagai penjelas akan kebobrokan mereka. Ada pun kritikan-kritikan sepedas apa pun terhadap kami -umat Islam- tidak membuat kami hilang kontrol, lantas berbuat kasar. Sebagiannya sudah kami bantah di web ini atau di beberapa web yang lainnya. Ada pun yang bernada melecehkan, tidak hanya agama Islam, melecehkan dengan ucapan keji dan kotor terhadap agama apa pun kami rekomendasikan untuk ditutup. Kami tidak merasa gembira ketika agama anda dicaci maki atau dilontari ucapan keji dan kotor, karena kami -umat Islam- tidak menyukai cara-cara tersebut. Alloh menyatakan bahwa “ALLOH TIDAK MENYURUH PERBUATAN KEJI”.Jelas bagi kami. Nah, kalau anda malah suka bila ada orang yang mencaci maki agama orang lain di internet atau di tempat lainnya, berarti anda tidak berbeda dengan mereka !!!!?

  • kasihan:

    untuk si CAMAT , yang pasti orang budha dan orang hindu beda tuhannya dengan si islam…
    Jadi kata kata anda :(KATAKANLAH : DIALAH ALLAH TUHAN YANG ESA), (WAHAI JIWA-JIWA YANG TENANG,KEMBALILAH KEPADA TUHANMU DENGAN RASA RIDHA/RELA DAN RASA DIRIDHAI, MAKA MASUKLAH KEDALAM GOLONGAN HAMBA2KU, DAN MASUKLAH KEDALAM SURGAKU)

    Bedakan kata kata yang di tulis si abdulloh diatas!
    berarti Allah islam anda juga mengakui adanya surga surga lain!!

    jadi kesimpulan : kalau berbuat baik sesuai agamanya masing masing(maksud dari berbuat baik adalah moral universal jadi bedakan ajaran teroris islam ya!!) dan tidak menghancurkan umat manusia lain berarti pasti akan masuk surga Nya masing masing..

    Berarti diskusi ini sudah selesai dong!!

    terima kasi

    Peace !!

  • kasihan:

    saudara abdulloh yang mengatakan di myanmar dan thailand adanya kekerasan yang dilakukan oleh orang budha terhadap islam …. memang disitu ada pertumpahan darah… tapi tidak ada umat agama budha yang perang menggunakan simbol simbol agama budha!!!

    lihat saja itu teroris teroris dan yang kalau perang membunuh orang teriak teriak allah hu akbar( atau allah lu bubar???)

    tidak ada dalam ajaran agama budha yang mengatasnamakan perang suci!!! agama budha tidak diperkenakan untuk membunuh mahluk lain. walaupun dalam perang itu hanya untuk membela diri supaya tidak terbunuh!

    jawaban anda diatas bukanlah kritikan terhadap agama budha ataupun terhadap agama hindu… tetapi menghakimi agama orang lain dengan menggunakan kitab agama sendiri!! dasar bego!!!

    sudah pastilah agama budha dan hindu beda dengan agama islam!!

    kalau anda mengatakan perang antara arab vs israel bukan karena perang agama … terus kenapa orang orang islam di kitab sucinya selalu mengatakan bahwa yahudi itu musuh islam??? apakah anda tidak membaca kitab suci anda???
    yang terbukti si arab islam tidak pernah menang walau perang keroyokan lawan israel yahudi

    allah tidak menyuruh perbuatan keji??? anda lupa ya kalau ada fatwa untuk membunuh orang yang murtad dari islam??? apa bukan keji itu???

    mau bagaimanapun anda mengatakan bahwa islam itu bagus tapi bisa dibuktikan didunia sekarang islam itu identik dengan teroris!!!

  • kasihan:

    apapun kritikan anda terhadap agama budha dan hindu tidak akan membuat orang budha dan hindu mengeluarkan untuk mengeluarkan fatwa membunuh anda.. bandingkan dengan fatwa untuk membunuh yang banyak dikeluarkan oleh ulama ulama islam!!

    jawaban ini hanya untuk membuka mata otak anda bahwa janganlah mengurus agama orang lain dengan menggunakan standar agama anda sendiri.. ya pasti tidak kloplah !!
    belagu bilang dialog ilmiah lagi!!!sudah saya jelaskan di perumpamaan si padang di atas dan jualan kecap diatas!!

    males saya menjawab tulisan tulisan anda lagi.. karena jawaban anda hanya seperti katak dalam tempurung…pantes kaga maju maju !!!

    jangan lupa bahwa nusantara mencapai jaman keemasannya waktu kerajaan majapahit dan sriwijaya yang beragamakan budha..
    setelah jaman kerajaan islam nusantara tidak terkenal lagi!!
    mau bukti!! sumpah palapa(satelit palapa) .. 7 keajaibana dunia borobudur!! tidak adakan masjid jami???

    kasihan ntar nenek moyang lu yang beragama budha dan hindu dialam sana akan menangis melihat cucunya yang *****!!

  • kasihan:

    saudara abdulloh yang sangat subyektif sudah terbuka kah otak anda bahwa jangan mengurusi agama orang lain dengan menggunakan standar agama sendiri???

    kalau belum teruskanlah pasti banyak orang yang beragama budha dan hindu dan kristian yang tertawa terbahak bahak melihat tulisan **** anda!!

    tapi yang pasti tidak akan mengeluarkan fatwa mati untuk anda tidak seperti ulama ulam islam anda!!
    jangan jangan anda ini bukan bergama islam sejati tapi aliran sempalan yang tidak diakui islam!!

  • kasihan:

    mau saya jelaskan ini agama islam anda menurut versi saya!!

    agama islam adalah agama padang pasir yang ditemukan oleh si muhammad yang mengaku ngaku sebagai nabi yang katanya menerima wahyu langsung dari tuhan??? siapa ya saksinya?? terus kalau menerima alquran yang katanya dari tuhan kok sekarang tidak ditemukan alquran yang asli dari si muhammad kan itu buatan tuhan harus nya bertahan dong sampai sekarang??

    agama islam selalu menakut nakuti pengikutnya denga neraka dan menggambarkan surga persis seperti keiinginan orang orang arab saja( banyak buah buahan.. air yang mengalir.. bidadari yang banyak 72 bidadari yang bisa dijadikan istri .. yang katanya kalau main akan perawan terussssssssssssssssssssssssss????
    itulah semua keinginan napsu duniawi yang masih dibawa bawa sampai ke surga!

    agama islam nama tuhannya adalah allah yang dulu merupakan nama dewa bulan bangsa pagan..
    Mereka menjadikan kabah sebagai rumah tuhan(padahal itu hanyalah bikinan manusia.. yang dimana kabah pun pernah kebanjiran air!!

    ajaran agama islam memperbolehkan istri lebih dari 1 dan kawin siri , memperbolehkan mengawini anak kecil (coba lihat syekh puji)

    itulah sekelumit singkat agama islam!!menurut versi saya…
    bagaimana menurut anda???

    seperti itulah jawaban kalau anda mengurus agama orang lain dengan memakai standar agama anda sendiri .. paham sekarang???

  • Abdulloh:

    Sdr Kasihan yang emosional. Kami jadi semakin yakin akan kedangkalan ilmu anda. Semua tuduhan anda itu LAGU LAMA YANG MEMBOSANKAN dan sudah sering kita bahas dan bantah di web ini atau web lainnya. Sehingga kami tidak merasa perlu menjawab igauan anda yang penuh amarah. Kami yakin agama anda tidak menyuruh anda berkata macam ini. Tapi karena anda tidak mampu memberikan jawaban ilmiah sehingga anda hendak melarikan masalah kepada cacian kosong dengan berbagai bukti yang subyektif dengan berbagai penafsiran yang direkayasa. Kami selalu berusaha untuk obyektif menilai agama anda, tapi anda malah selalu memantang kami untuk bersikap subyektif. Ma’af KAMI BUKAN ORANG BODOH YANG MUDAH TERPANCING !!! Biar masyarakat yang menilai. Kebenaran hanyalah dari TUHAN YANG MAHA ESA !!!

  • kasihan:

    mau arti tindakan keji dan keboborokan ??? keboborokan dan perbuatan keji bukanlah dari kata kata !!! tetapi dari hasil perbuatan nya terhadap orang lain !!!

    perbuatan anda yang mengurus agama orang lain dengan memakai standar agama sendiri itu juga menunjukkan keboborokan dan kebodohan sendiri …

    kalau tindakan keji islam sudah banyak!!! contoh teroris dan perang yang mengatas namakan islam sudah banyak!!

    mau anda teriak bagaimanapun seluruh dunia sudah tau kok tabiat islam … yang selalu mengatakan kebaikan tapi dikitab sucinya pun menganjurkan perang terhadap orang lain( contohnya terhadap yahudi!! saya bukan membela yahudi !!) kalau tidak percaya baca saja sendiri kitab suci anda dan haditsnya!!

    itulah baru perbuatan keji dan tidak bermoral sesungguhnya!

    tapi yang pasti agama budha dan hindu tidak akan mengeluarkan fatwa membunuh terhadap orang yang menjelekan mereka … beda banget sama si islam yang mengeluarkan fatwa membunuh!!! contoh sudah banyak
    !! anda buta mata atau buta akal???

    akhlak yang anda bangga banggakan kan hanya menurut standar agama anda!! beda dong akhlak menurut agama saya .. emang saya harus menurut anda???

    anda taukan si hitler nazi??? dia itu juga berakhlak menurut keluarga dia… seorang ayah yang baik dan beragama !! tetapi dia yang menyebabkan perang dunia 2..
    sedang kan si winston churchill adalah orang inggris yang melawan si hitler nazi dan menang!! adalah seorang yang urakan dan tidak bertanggung jawab terhadap keluarganya!! tetapi dia yang memimpin inggris melawan nazi …jadi mana yang berakhlak dan tidak berahlak???

    dasar islam *****

    sunni dan syiah saja bunu- bunuhan saling mengebom mana allah yang anda bangga banggakan!! kkok tidak turun tangan menengahi umat nya yang *****???
    ntar anda bilang konspirasi barat lagi???(biasalah islam bisanya menyalahkan orang lain!!

    kasihan sungguhkasihan!!

  • kasihan:

    sdr abdulloh yang ****** !! sok ngomong ilmiah …
    ilmiah tidak bisa untuk membahas agama ! dasar ******!
    makanya ada istilah ilmiawan(ilmuwan) dan agamawan!! jelas jelas tidak bisa disamakan pasti tidak klop!
    jadi belajar bahasa indonesia dulu ya!

    terus kok sekarang membawa bawa TUHAN YANG MAHA ESA??? buka allah yang maha esa??(apakah setelah anda kalah argumen diatas jadi sadar sehingga membawa nama TUHAN YANG MAHA ESA(berarti mengakui kebenaran adanya tuhan tuhan yang lain)???

    ini kebenaran yang tidak dapat dibantah!!(ini jelas jelas obyekti kok dari kitab alquran dan hadits :

    1.hanya di islam agama memperbolehkan kawin dengan lebih dari 1 istri dan boleh kawin siri,memperkosa budak tawanan perang!!

    2.Gambaran surga islam penuh dengan napsu duniawi… kawin dengan 72 bidadari salah satunya perawan terus??(dasar otak muhammad *****)!!

    3.muhammad saja minta didoakan oleh umat umatnya karena tidak yakin masuk surga!

    kalau tidak percaya check saja al quran dan hadist anda! ini baru benar benar bukti !

    SARAN SAYA :lebih baik anda membahas aliran sunni dan syiah kenapa saling bunuh membunuh itu lebih baik daripada ngurusin agama orang lain

    penganut budha dan hindu pasti tidak akan terpancing dengan artikel anda diatas!!

    tapi saya hanya memberikan komentar sedikit yang menunjukan kebodohan dan keboborokan dari islam anda juga! biar fair!

    yang pasti :AGAMA BUDHA DAN HINDU TIDAK AKAN PERNAH MENGELUARKAN FATWA MEMBUNUH ORANG ORANG YANG MENCEMARKAN AGAMA MEREKA!!
    BEDAKAN
    DENGAN ISLAM YANG MENGELUARKAN FATWA UNTUK MEMBUNUH ORANG YANG MENCEMARKAN AGAMA ISLAM.. BUKTINYA : GAMBAR KARIKATUR MUHAMMAD
    SALMA RUSHDI PENULIS AYAT AYAT SETAN

    JADI BANDINGKAN AGAMA MANA YANG LEBIH BENAR DAN TOLERANSI!!

    ISLAM HANYA SELALU MENGGUNAKAN ILMU TAQIYYAH

  • kasihan:

    biar orang lain yang menilai mana kata kata yang benar dan mana kata kata yang menghasut orang lain!

    kata kata yang keras adalah untuk menyadarkan orang lain.. bukti nya orang tua akan menghukum anaknya dengan kata kata yang keras!!(apakah orang tua itu tidak bermoral atau berahklak)??

    orang sumatra tutur katanya lugas dan suara nya keras… sedangkan orang jawa tutur bahasanya muter muter dan suaranya lembut… apakah bisa dibilang bahwa orang sumatra tidak bermoral dan berahklah dibandingkan orang jawa??

    dasar abdulloh ***** sudah kalau argumen membawa mawa nama TUHAN YANG MAHA ESA bukan allah yang maha esa.

  • kasihan:

    sdr abdulloh yang ****** apakah anda tidak membaca komentar nya si CAMAT dan balasan komentar dari saya!! itu tidak ada satupun kata kata kami yang mencela orang lain… kalau orang lain itu tidak mencela kami dulu!!

    baca lagi ya baca lagi

  • kasihan:

    jadi siapakah yang melarikan masalah??? bukan kah anda yang melarikan masalah sekarang memakai kata kata TUHAN YANG MAHA ES bukan allah yang maha esa???

    biasalah kalau islam ****** selalu menggunakan ilmu taqiyahnya kalau sudah kalah argumen??

  • kasihan:

    belajar bahasa indonesia lagi ya!!
    arti dari kata kata TUHAN YANG MAHA ESA berbeda denga allah yang maha esa…

    TUHAN adalah sesuatu yang disembah oleh agama agama didunia (dengan tidak harus sama masing masing agama)

    belajar bahasa dulu deh kalau sudah kalah argumen!

  • kasihan:

    akhirnya dipakai juga ilmu taqiyyah islam ***** ini!!!

    setelah kalah debat dengan berbagai argumen akhirnya memakai ilmu taqiyyaah yang mendelete argumen argumen saya diatas!!

    males saya berdebat dengan orang begini!!

    akhirnya terbukti memang islam suka taqiyyah!

    pantas saja islam sekarang menjadi teroris dunia dan diwaspadai orang seluruh dunia!

    bahkan mesir juga melarang pengikut allus sunnah walljamah ini! pantes cikal bakal teroris

  • Abdulloh:

    Kasihan, terima kasih atas semua bukti yang anda berikan bahwa anda memang bukan orang yang berakhlak baik. Bahkan rela bekerjasama dengan orang atheis / komunis untuk menyerang kami, orang Islam. Kami pasti mampu membuat jawaban selengkapnya tentang tuduhan anda, tetapi demi menghargai agama anda dan atas nama toleransi umat beragama, kami selalu mencoba untuk menahan diri dari membahasnya dan selalu berusaha memberi jawaban yang sesantun mungkin. Tapi apa balasannnya ? Anda hanya mencaci dan memaki tanpa memberikan bukti yang ilmiyah yang terlepas dari emosi dan subyektifitas. Pertanyaannya : APAKAH AGAMA ANDA MENGAJARKAN DEMIKIAN ??? Kalau anda seorang atheis, kami tidak heran karena mereka tidak bertuhan. Tapi anda beragama ? Di mana akhlak dan agama anda ??? Apa ini ajaran agama anda ??? Memalingkan dari topik bahasan kepada caci maki dan celaan ??? Kami sudah lelah melayani orang-orang tidak berakhlak kayak anda. TERIMA KASIH !!!

  • kasihan:

    kami tidak menuduh tapi islam terbukti kok seperti yang kami katakan diatas.. silahkan anda check kebenarannya!

    apakah orang yang bertutur bahasa santun bisa dikatakan bermoral?? lihat tu amrozi cs yang islam kaffah tapi jadi teroris membunuh orang!

    harusnya anda lah yang tidak bermoral yang membanding bandingkan agama orang lain dengan standar agama anda sendir!

    kami tidak akan lelah untuk melawan pikiran ***** anda!

    terima kasih

  • kasihan:

    biasalah islam bisanya bersembunyi dengan alasan memakai toleransi beragama kalau sudah kalah debat!
    islam selalu menggunakan taqiyyah!

    kalau anda bertoleransi kenapa anda membahas agama orang lain dengan standar agama sendiri!

    kalau masalah toleransi kayaknya yang pasti agama budha dan hindu lah yang lebih toleransi!

    bandingkan waktu patung budha di afghanistan dibomb dan kartun muhammad ..
    apakah anda *****??

    biasalah islam bisanya taqiyyah kalau sudah kalau ngomong! maling teriak maling!
    andalah yang memalingkan topik!

    kami tidak akan pernah lelah, menunjukan otak **** anda!

    kok lama amat baru menjawab?? lagi tanya tanya ke ustadnya ya??? hati hati lho ntar jadi teroris!

  • kasihan:

    menurut moral kami.. tidak ada hubungannya antara kata kata yang kasar dgn akhlak dan moral (emang kami harus mengikuti agama anda??)

    menurut agama kami moral dan akhlak adalah dari perbuatan yang tidak merusak (ingat perbuatan bukan perkataan)

    bandingkan ajaran islam yang memfatwa membunuh orang yang murtad dari islam dan kerjaan teroris pembom itu baru tidak bermoral dan tidak berakhlak!

    apalagi itu si muhammad yang kawin dengan anak kecil dan boleh kawin dengan istri lebih dari satu apalagi kawin siri itu baru tidak bermoral dan tidak berahlak!

    biasalah islam otaknya udah terpengaruh padang pasir!

    kami tidak akan lelah menunjukan isi otak ***** anda

    terima kasih

  • Abdulloh:

    Terimakasih Kasihan, anda telah memberitahukan konsep agama anda -versi anda- yang melegalkan mencela dan mencaci agama lain. Semoga ini bukan pendapat seluruh umat agama anda. Biar masyarakat yang menilai.
    Ketahuilah bahwa raja teroris -versi USA- yaitu Usamah bin Laden sebelum bergabung dengan Taliban di Afganistan dan sebelum dinyatakan sebagai teroris oleh USA, jauh-jauh hari sudah dinyatakan sebagai buronan Pemerintah Saudi Arabia. Perlu anda ketahui bahwa Usamah bin Laden adalah mantan kader CIA. Jadi sangat salah kalau anda menisbatkan terorisme kepada Islam.
    Begitu pula para pelaku bom Bali didikan Dr. Azahari adalah buronan Pemerintah Islam Malaysia. Jadi tidak ada keterkaitan sama sekali antara mereka dengan Islam. Kalau memang anda mau obyektif !!!
    Sebagaimana kami berusaha memandang penyerangan para Biksu Budha di Myanmar adalah perbuatan oknum, bukan ajaran asli agama Budha. Karena kami ingin selalu bersikap obyektif. Bandingkan dengan umpatan dan perkataan kotor anda !!!!
    Taqiyyah artinya membohongi orang di luar alirannya. AGAMA ISLAM MELARANG KERAS TAQIYYAH. Ajaran taqiyyah hanya dianut oleh Aliran Syi’ah yang dibikin oleh Yahudi yang pura-pura masuk Islam pada awal abad 2 H. Kalau anda menyebut taqiyyah sebagai ajaran Islam, anda salah besar !!!!
    Nabi Muhammad saw menikahi ‘Aisyah ra bukan semata-mata karena hawa nafsu, tetapi karena hendak membuka mata dunia bahwa :
    1. Penanggung jawab sebuah pernikahan adalah laki-laki bukan wanita. Bila laki-laki sudah mampu menegakkan pilar rumah tangga maka dipersilakan menikah.
    2. Mengajarkan kepada dunia bahwa wanita baru layak diajak melakukan hubungan suami-isteri setelah dewasa ( baligh ) yang ditandai dengan datangnya haidh. Meski Rosululloh saw menikahi ‘Aisyah pada umur 6 tahun, tetapi belum tinggal serumah dan belum melakukan apa pun. Setelah dewasa ( yaitu datang haidh ) baru diajak tinggal serumah.
    Dan tidak ada para Shahabat Nabi saw yang menikahi anak di bawah umur karena mereka tahu apa yang dimaksud dengan perbuatan Rosululloh saw tersebut.
    Adapun poligami diperbolehkan dalam Islam karena Islam adalah agama yang realistis, yaitu jumlah wanita akan berlipat lebih banyak daripada jumlah laki-laki. Kalau poligami dilarang maka akan banyak wanita yang tidak pernah bisa menikah.
    Maksud yang lainnya adalah hendak mengajari dunia untuk menghapus sistem pergundikan dan hubungan tidak resmi ( isteri simpanan ), karena yang demikian akan merusak hubungan sosial dan kemasyarakatan.
    Apalagi di dalam Islam tidak boleh melakukan poligami bila belum memenuhi persyaratan yang cukup berat, yakni adil dan mampu di semua sisi. Itu pun dibatasi jumlahnya max 4.
    Kalau setelah jawaban ini, ANDA masih saja mencaci maki kami dengan kata-kata kasar dan kotor, maka kami serahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menilai siapakah anda ???? Apakah anda layak disebut orang bermoral ????

  • kasihan:

    anda bilang jumlah wanita lebih banyak berlipat dari lelaki ?? itu sih jaman padang pasir si muhammad doang !! ketika banyak pasukannya yang mati karena perang!! dasar ****! sehingga disuuruhlah laki lakinya buat kawin untuk banyakin anak!!

    siapa bilang bahwa lelaki harus jadi pemimpin wanita( itu adalah ajaran padang pasir doang) mau bukti??

    waktu israel dipimpin oleh golda meir(wanita) israel menang perang waktu dikeroyok sama negara arab *****!

    ayat ayat islam dan haditsnya sudah usang dan tidak cocok untuk dunia modern ini!!

    contohnya: potong tangan untuk pencuri dan hukum rajam!!

    bisa dilihat ajaran mana yang lebih bagus antara islam dan budha!

  • kasihan:

    inti nya : janganlah anda mengurusi ajaran agama orang lain dengan memakai standar ajaran agama anda sendir!!

    dasar abdulloh *****!!

    mendingan anda bikin tu kenapa islam pecah jadi sunni dan syiah yang bunuh bunuhan!

  • kasihan:

    si abdulloh *****!!! ajaran Kong Hu Cu tidak ada mengajarkan adanya dewa dewi (kayaknya anda harus baca lagi deh ajaran Kong Hu Cu) (ini saja tidak becus bagaimana kebenaran tulisan artikel anda diatas???

  • kasihan:

    coba anda check sendiri waktu si aisyah umur 6 tahun si muhammad umur berapa???(biasalah lah ***************!!( kalau si muhammad benar kenapa tidak membatalkan perkawinan tersebut dan membuat aturan aturan baru ( dia kan *********!!)

  • kasihan:

    si abdulloh *****?? maukah anak gadis anda yang 6 tahun dikawinkan dengan si syekh puji ????taukan si syekh puji???

  • Abdulloh:

    Silakan masyarakat menilai moral dan akhlak si Kasihan ini !!!
    INGAT : Memang Syekh Puji itu muslim, tapi ISLAM BUKAN SYEKH PUJI !!!
    Sebagaimana mungkin anda mengaku umat Budha, tetapi BUDHA BUKAN KASIHAN !!!
    Apakah anda faham ???

  • Abdulloh:

    Masalah Agama Khong Hu Chu, saya 6 tahun belajar agama Khong Hu Chu, karena saya pernah sekolah di THK ( Taman Hidayah Khong Hu Chu ). Saya tahu persis masalah dewa-dewi mereka. Memang asal mulanya Khong Hu Chu hanya ajaran filsafat kehidupan seperti Budha, tidak menyinggung masalah ketuhanan. Kemudian dalam perkembangannya akhirnya Khong Hu Chu pun berbicara masalah dewa-dewi. Sangat kami sayangkan bila Kasihan yang hanya bermodal mulut kotor dan hanya bisa mengumbar fitnah, adu domba dan caci makian, ternyata tidak sadar bahwa sikapnya yang suka berkata kasar dan kotor tidak akan menarik hati masyarakat. Atau jangan-jangan benar sinyalir sebagian masyarakat bahwa anda adalah sang atheis yang mengaku-aku sebagai umat Budha, padahal anda sama sekali tidak faham agama Budha yang anda aku-akukan tersebut ??? Anda hanya ingin mengadu domba umat beragama, mengalihkan dari dialog ilmiah kepada sikap saling memusuhi, lalu anda dan para atheis akan tepuk tangan dan bersorak, sebagaimana kelakukan PKI zaman Orde Lama !!!

  • gaura:

    maaf sebelumnya…

    ada beberapa yang mungkin perlu diluruskan. untuk menkritisi rasaya kurang enak kalau saya sendiri didak punya bukti tertulis…jd mohon diperbaiki artikelnya…
    ada beberapa buku bagus..dan sudah lurus( ditulis oleh seorang otoritas hindu yg terjamin, beliau satu satu garis perguruan dari KRSNA dan Arjuna)
    Bukuna berjudul Srimad Bhagavad Gita (dibawanya harus ada tulisan “as it is / menurut aslinya”,coz buanyak yg palsu) dan srimad bhagavatam purana buku2 ini ditulis oleh srila A.C Bhaktivedanta svami prabupada.buku ini lengkap berisi sloka(bait)sansekerta,arti dan juga terjemahan.

    saya mohon..
    ketika anda berbicara agama dan yg berkaitan dengannya itu berarti anda berbicara tentang tuhan,dan alangkah baiknya kalau anda tidak BERSPEKULASI tentang-NYA,kalau ada yg salah berarti anda telah menghina tuhan kita(tuhan cman ad 1 ya berarti tuhan kita sama kan?)

    jujur saya bilang kalau artikel anda banyak yg ngawur…
    mohon maaf sebelumnya.

    kritik saya ini demi masadepan dunia dan AKHERAT anda..mohon diperhatikan

    makasi.matur nuwun.suksma

  • gaura:

    untuk tau dan jelas mengenai sesuatu anda harus menyelam kedalamnya,menyelam bukan berarti tenggelam dan terseret arus. anda harus mengerti posisi anda.
    tidak harus menjadi komunis untuk mengerti ttg komunisme., dan menyelam bukan berarti hanyut….re from comment no3

  • Abdulloh:

    Gaura, terima kasih atas kritikan anda. Tetapi kami pun memiliki sumber rujukan yang terpercaya dalam pembahasan ini, tidak “ngawur”. Tetapi kami menghargai kesantunan bahasa anda. Terima kasih.

  • kasihan:

    agama kong hu cu menyembah dewa dewa ??? baru pertama kali dalam sejarah anda lah yang menulis bahwa agama kong hu cu adanya dewa dewa!!!

    yang ada dewa dewa adalah agama taois … dasar abdulloh bego!!!

    anda bilang pernah sekolah di TAMAN HIDAYAH KONG HU CU ??? (taman hidaya islam kali!!!)

    males jadinya debat sama orang ***** kayak anda

    coba anda sebut nama dewa dewa dalam agama kong hu cu…

    kasihan sungguh kasihan!!

  • Abdulloh:

    Kasihan, andai anda tinggal di kota kami anda akan melihat sekolah Kong Hu Chu yang kami maksud ! Terima kasih atas caci maki mulut kotor anda, semoga cacian dan makian anda menjadi berkah bagi kami.

  • AndrewBoldman:

    da best. Keep it going! Thank you

  • KattyBlackyard:

    Hi, interest post. I’ll write you later about few questions!

  • Islam Mania:

    ass.mas,sebaiknya komentar dari pengikutnya sun go kong dan hanoman gak usah ditanggapi.ngasih ilmu pada orang yg tdk tepat sama aj sampeyan memakaikan hiasan pd babi.
    biar aj mereka nyembah2 patttthung yg dibeli dari pedagang eceran,biar aj mereka menghambakan diri pada Bu Dha,Pak Dha,atau BUah DHAda.mulut mereka yg ngawur nanti jg akan disumpel sm malaikat zabaniah.orang hindu sm budha yg jadi teroris jg banyak kok!mereka aj yg ga tau.keseringan mbakar dupa sih.peace bangsaku-peace negriku!

  • Islam Mania:

    wahai orang budha n hindu?
    siapakah yg telah menciptakan kalian?
    siapakah yg memberi rejeki pd kalian?
    siapakah yg memberi kehidupan pd kalian?
    jawabannya adalah ALLAH.Tuhan yg kami sembah.
    sementara dewa-dewa kalian dan budha,tdk pernah memberi apa2 kepada kami orang islam.
    begitu pelitnya dewa yg kalian sembah.
    beda sama Tuhan sy.Dia Maha Pengasih lg Maha Pemberi.
    hayo KASIHAN mana suaramu?

  • Abdulloh:

    Sdr Islam Mania, terima kasih atas perhatian dan kepedulian anda. Wajar kalau anda marah. Tapi mari kita tetap tenang dan sopan dalam menanggapi kebodohan dan caci maki ucapan kotor mereka ! Karena kalau kita terpancing dan melakukan seperti apa yang mereka lakukan, lantas apa bedanya kita dengan mereka ? Mari kita tiru teladan utama kita, Nabi Muhammad saw, yang selalu menunjukkan akhlak yang mulia meski dicaci dan di maki dengan kata-kata tidak senonoh oleh orang-orang kafir Quraisy ! Terima kasih

  • CrisBetewsky:

    Hello! Thanks for the post. It is really amazing! I will definitely share it with my friends.

  • daNu G.86:

    KK …
    Thx y ..

  • Mr. Universal:

    Assalamu’alaikum
    Maaf semua.. saya seorang muslim dan saya tahu sekali bagaimana hakekat manusia dll. untuk sahabatku muslim mania, dan para sahabatku yg lain. kenapa kita mesti berebut Tuhan ato merasa lebih baik diantara saudara2 kita yg lain.apa gak lebih baik kita introspeksi diri masing2, sudah benarkah ibadah kita. saya seorang muslim yg tidak pernah membedakan agama atau aliran apapun. yg saya pegang cuma satu, bahwa semua manusia yg menyembah Tuhan apapun nama-Nya, brarti itu sudah brusaha mengerti tujuan hidup manusia dimuka bumi ini. ingat bahwa Tuhan tidak mengukur kebaikan manusia dari agamanya, tetapi tuhan melihat itu dari amal kebaikan selama hidupnya. semua agama berasal dari-Nya, peradaban yg sudah mengenal siapa yg mencipta berarti Tuhan sudah menurunkan utusan di bumi ini.dengan berbagai macam sebutan, Nabi, Avatar, ato sebutan2 yg lain. saudaraku pada dasarnya manusia itu sendiri2, bukan golongan ataupun sama keyakinan. Tuhan itu Satu tetapi mempunyai nama baik yg begitu banyak. Didunia ini kan banyak bahasa, apa lupa bahwa Tuhan itu mengerti apapun yg manusia buat. jadi jgn lah kita merasa lebih baik dari yg lain karna agama. mari kita belajar lebih dalam. wassalam

  • agiel:

    to: mas Abdulloh

    Perdalam Akarnya jangan Rantingnya…

    semoga anda mengerti maksud saya

  • Abdulloh:

    Sdr Agiel terimakasih atas saran anda, tetapi tidak mungkin ada ranting kalau tidak ada akarnya, tidak mungkin kami memanjat ke ranting kalau kami tidak memulainya dari akarnya. Terima kasih

  • justice for piece:

    smwx m’f ya klw menganggu,,, sbnarnya untuk apa kita berdebat mengenai agama !! sedangkan indonesia sendiri sdah memberi kebebasan kepada penduduknya untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan msing2…! .berilah keadilan dan kebebasan kepada orang lain maka disana anda akan mendpatkan kedamain…..

  • Abdulloh:

    Sebenarnya tidak masalah dengan berdiskusi asal memakai etika dan tata krama, bukan semata-mata saling menghujat atau mencela

  • asal comex:

    Mana yang anda pilih Tuhan apa Agama? tak usah memperdebatkan Agama,jalani kepercayaan sesuai dengan hati nurani masing-masing.Kapan anda akan mulai menghubungkan diri pada Tuhan,mengangkat esentitas roh dibawah kehidupan anda,melepas Awidya(kebodohan)yang membelenggu atma anda jika anda masih sibuk berdebat tentang hal-hal yang menambah kebodohan anda.
    Agama hanya ibarat jari telunjuk yang menunjuk bulan…kapan anda bisa sampai ke bulan kalau hanya bisa menunjuk..dan jari telunjuk malah disalah gunakan untuk mengucek mata,mengorek upil…!

  • Rudita:

    Sebelumnya mohon maaf jika saya terlalu jauh masuk kedalam perdebatan..mari kita berpikir,berkata,dan berbuat secara bijaksana..jangan berbicara mengatas namakan kelompok dan Agama karena akan banyak menyengsarakan kaum awam dengan pemahaman yg pas-pasan dan yang terjadi malah bentrok dan kekerasan.Saya akan menambahkan sedikit artikel semoga bermanfaat…

    Veda adalah kitab suci agama Hindu dan Veda merupakan sumber ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan itu sendiri,Veda tidak berawal dan berakhir ( Anandhi anantha ) pengetahuan dalam Veda sangat lah luas sehingga sulit memahami semua isinya.
    banyak diantara kita yang tidak mengetahui dengan pasti isi Veda
    Maka sangatlah penting kita mempelajari Veda dengan pengetahuan yang cukup,agar tidak salah mengartikan isi dari Veda.Karena disebutkan bahwa Veda sangatlah takut dibaca oleh orang-orang bodoh yang tidak memiliki dasar-dasar pengetahuan keagamaan,atau orang-orang yang berwawasan sempit karena semakin sempit pula ia mampu menginprestasikan maksud dari syair Veda yang disusun dalam bentuk mantram dan syair.
    Dengan demikian dalam kesempatan ini saya akan memaparkan bagian-bagian Veda dan cara mempelajarinya dengan memaparkan Smrti,Ithiasa,dan Purana sebagai pengetahuan dasar untuk memahami isi dari Veda.

    BAB II
    PEMBAHASAN
    2.1 Smrti
    Smrti merupakan kitab suci Agama Hindu yang kedua setelah Sruti. Smrti adalah kitab suci Weda yang ditulis berdasarkan ingatan oleh para Maharesi yang bersuber dari wahyu Sang Hyang Widhi atau Tuhan Yang Maha Esa. Kitab ini adalah kitab Weda juga,karena fungsi dan kedudukannya dipersamakan dengan kitab Weda Sruti. Kata smerti berasal dari bahasa Sansekerta yaitu dari kata “smarta” yang berarati ingatan kemudian menjadi Semerti berarti kenangan, tradisi yang berwenang. Jadi semerti berarati kelompok buku weda yang lahir dari ingatan. Menurut tradisi dan lazim telah diterima dibidang ilmiah istilah semerti adalah untuk menyebutkan kelompok weda yang disususn kembali berdasarkan ingatan. Penyususn ini didasarkan atas peng elompokan isi materi secara lebih sistemmatis menurut bidang profesi.
    Smerti disebut juga Dharmasasatra isinya adalah pedoman tingkah laku yang patut didikuti oleh umat manusia sehingga kitab ini disebut ilmu hukumnya agama Hindu. Salah satu kitab Dharmasastra yang terkenal adalah Manawa Dharmasastra yang ditulis oleh maha Rsi Manu. Buku ini di Indonesia menkadi sumber hokum Agama. Kitab Smerti merupakan pendukung dan penjelasan dari kitab Weda Sruti. Dalam hal ini Smerti bersifat sebagai suplemen atau pelengkap tanbahan. Oaring akan baru mengerti isi Sruti setelah membaca Semerti. Jadi kedudukan kitab semerti itu sangat penting dan bahakan mungkin lebih diperlukan.
    Karena itu tidak mengherankan kalau kitab Smrti ini dinyatakan didalam beberapa kitab sebagai kitab Dharmasastra. Dharma berarti ’Hukum’ dan sastra berarti ‘Ilmu’. Mengenai hal tersebut diatas,kita dapatkan dua keterangan sangat berharga sebagai berikut.
    Srutisto vedo vijneyo
    Dharmasastram tu vai smrtih
    Te sarvathesvam imamsye
    Tabhyam dharmohi nirbabhau
    Manavadharmasastra II.10
    ‘Ketahuilah bahwa sesungguhnya sruti itu adalah Veda (dan) dharmasastra itu adalah smrti, kedua macam pustaka suci ini tidak boleh diragukan kebenarannya mengenai apapun juga karena keduanya itu merupakan hukum yang patut dipatuhi’
    Nyang ujaraken sekareng, Sruti ngaranya
    Sang Hyang Catur Veda
    Sang Hyang Dharmasastra Smrti ngaranira
    Sang Hyang Sruti lawan
    Sang Hyang Smrti sira juga pramanekena
    Tutakena warawarah nira,ring asing prayojana,
    Yawat mangkana paripurna alep
    Sang Hyang Dharmaprawrtti.
    Sarasamuscaya 37.
    ‘Yang dimaksud dengan Sruti itu sama dengan Veda dan dharmasastra itu sesungguhnya Smrti. Sruti dan Smrti,keduanya supaya dijalankan,supaya dituruti untuk setiap usaha, selama demikian halnya,maka sempurnalah dalam berbuat dharma’
    • Bagian – bagian kitab smrti
    1. Manawa Dharmasastra
    2. Sarascamuscaya
    3. Slokantara
    4. Tatwa Suksma
    5. Manussmerti
    6. Yajnya Pawitra
    7. Bharata Yudha
    8. Yoga Sutra
    9. Ramayana
    10. Nitisastra
    11. Silakrama
    12. Kitab 18 purana
    Kiatab kitab suci yang tergolong jenis kitab Smrti itu banyak jumlahnya dan penulisnyapun banyak pula. Hal semacam ini disebabkan oleh munculnya berbagai macam kebutuhan umat Hindu yang diisyaratkan oleh Weda dalam mencapai keadilan, keamanan, dan kebahagian hidup.
    • Dua kelompok besar kitab Weda Smrti
    1 Kelompok Wedangga
    2 Kelompok Upaweda

    A. Kelompok Wedangga
    Kata Wedangga berasal dari bahasa sansekerta yaitu dari kata Veda dan Angga. Veda berarti ilmu pengetahuan suci dan angga berarti bagian, anggota, badan, sumber, dasar. Wedangga berarti batang tubuh dri Weda. Untuk dapat mempelajari, memahami, dan mendalami Weda dengan baik kita hendaknya terlebih dahulu mendalami Wedangga.
    Wedangga sebagai kitab smerti, terdiri dari enam bidang Weda yang disebut Sad Angga Weda, yaitu :
    1) Siksa ( Phonetika )
    2) Wyakarana ( Tatabahasa )
    3) Candha ( Lagu )
    4) Nirukta ( sinonim dan Antonim )
    5) Jyotisa ( Astronomi )
    6) Kalpa ( Ritual )

    2.1.1 Siksa ( Phonetika )
    Siksa adalah kitab Wedangga yang isinya menguraikan tentang petunjuk-petunjuk tata cara mengucapakan mantra yang tepat sesuai dengan tinggin rendahnya tekanan suara. Jadi kitab ini sebagai pedoman dalam mempelajari pengucapan mantra yang benar. Kitab siksa ini juga disebut kitab Praktisakhya yang dihubungkan dengan berbagai resensi Weda Sruti. Diantara buku-buku pratktisakhya yang amsih ada samapai saat ini antara lain:
    a) Rg Weda Praktisakhya
    b) Taintri Praktisakhya
    c) Sutra Waja saneyi Praktisakhya Sutra
    d) Sutra SamaWeda Praktisakhya
    e) Atharwa Weda Praktisakhya Sutra
    Penulisan Pratisakhya ini antara lain : Maha Rsi Baradwaja, Maha Rsi Wyasa, Maha Rsi Wasista dan Maha Rsi Yajnawalkhya.
    2.1.2 Wyakarana ( tata bahasa )
    Kitab wyakarana isisnya menguraikan tentang tata bahasa untuk dapat menghayati Weda dengan benar, kecil kemungkinannya dapat mengetahui tanpa mengerti dan mengetahui tatabahasanya. Oleh karena itu kitab Wyakarana ini memiliki fungsi yang sangat penting didalam mempelajari Weda. Teori pengajaran Wyakarana bersumber dari kitab Pratisakhya para Maharsi yang mendalami Wyakara antara lain :
    a. Maharsi saktayana
    b. Bhagawan Panini
    c. Maharsi Patanjali
    d. Bhagawan Yaska

    Diantara yang terkenal adalah :
    Bhagawan Panini menulis kitab Astadhyayi dan kitab Patanjali Bhasa. Dari Maharsi patanjali kita mengenal istilah bahasa untuk menyebutkan bahasa Sansekerta popular dan Daiwiwak ( bahasa para Dewa ) sedangkan Bhagawan Panini untuk bahasa Sansekerta yang terdapat dalam kitab Weda.
    2.1.3 Chanda ( lagu )
    Chanda artinya lagu tau hemne. Kitab ini berisikan aturan-aturan tentang guru dan laghu yang sangat dipentingkan dalam membaca mantra-mantra Weda. Atas dasar inilah dikenal bebrapa jenis Candha yang biasanya dicantumkan pada permulaan penulisan mantra. Chandha adalah cabang Weda yang khusus membahas aspek ikatan bahasa yang disebut laghu. Peranan Cahanda dalam sejarah penulisan Weda sangat penting karena dengan semua ayat itu dapat dipelihara secara turuntemurun seperti nyanyian yang mjdah diingat. Diantara berbagai jenis kitab Chanda, yang masih terdapat dewasa ini adalah dua buah buku yaitu, Nidanasutra dan Chandha Sutra. Kedua kitab ini dihimpun oleh Bhagawan Pinggala.
    2.1.4 Nirukta ( Sinonim dan Antonim )
    Kitab Nirukta memuat tentang berbagai penapsiran otentik mengenai kata-kata yang terdapat dalam Weda. Bentuk dan isi kitab ini memuat kata-kata yang memiliki persamaan arti dan perbedaan arti atau lawan kata. Oleh karena itu peranan kitab Nirukta sangat penting dan menetukan dalam menterjemahkan Weda. Dalam kitab Nirukta disebutkan bahwa mantra-mantra dibedakan dalam tiga aspek/ kategori yaitu sepeti :
    a. Prakosa yaitu membahas aspek yang tidak diketahui melalui indra
    b. Adhyatmika yaitu membahas aspek yang khusus menyangkut jiwa
    c. Praktyaksa yaitu membahas aspek yang dapat ditangkap langsung oleh indra
    Kitab Niruktaa ditulis oleh Bhagawan Yaska Pada tahun ±800 SM. Kitab ini memuat tentang hal-hal seperti :
    a. Naighantuka Kanda memuat tentang kata-kata sama artinya ( sinonim)
    b. Naighama kanda memuat tentang kata-kata yang berarti ganda
    c. Dai wata Kanda menghimpun nama-nama Dewa di angkasa, bumi sorga

    2.1.5 Jyotisa ( Astronomi )
    Jyotisa adalah kitab ilmu perbandingan. Jyotisa merupakan pelengkap Weda yang isinya memuat pokok-pokok ajaran astronomi ( ilmu perbandingan) yang diperlukan sebagai pedoman dalam pelaksanaan upacara yadnya untuk mencari hari baik,sesuai dengan edaran tat surya, bulan dan badan angkasa lainnya yang dianggap mempunyai pengaruh didalam pelaksanaan yadnya. Sehubungan dengan itu, adanya system pendewasaandan pemakaian kitab-kitab primbon itu asal mulanya berkembang dari ajaran jyotisa itu sendiri.
    Kitab jyotisa adalah kitab pendukung Weda yang menguraikan tentang pokok-pokok pengetahuan dalam bidang astronomi. Melalui pengetahuan yang terdapat dalam kitab Jyotisa kita dapat memahami, bahwa bagaimana Weda diajarkan kepada umatnya untuk deapat berhubungan dengan secara harmonis dengan alam dan lingkungannya berdasarkan yadnya. Satu-satunya itab Jyotisa yang masih kita jumpai sekarang adalah Jyotisa Wedangga yang memiliki hubungan erat dengan kitab Yajur Weda dan Reg Weda.
    2.1.6 Kalpa ( Retuil )
    Kalpa merupakan kelompok Wedangga yang terbesar dan terpenting yang isinya banyak bersumber pada kitab Brahmana dan sebagian kecil dari kitab Mantra. Menurut jenis isinya kelompok ini terbagi atas berbagai bidang yaitu :
    a) Srauta sutra memuta berbagai ajaran mengenai tata cara melakukan yadnya, penebusan dosa dan lain-lain yang berhubungan dengan upacara keagamaan, baik upacara besar, upacara kecil dan upacara yang dilaksanakan setiap hari.
    b) Grhya Sutra yaitu kitab yang memuat tentang berbagai ajaran mengenai keterangan dan petunjuk-petunjuk pelaksanaan berbagai upacara yadnya yang harus dilakukan oleh orang-orang yang berumah tangga yang dimulai dari Garbhadana ( upacara bayi dalam kandungan ) samapai dengan upacara Antyesti yaitu upacara yang berkenaan dengan kematian. Jika jenis kitab Kalpa Sutra yang tergolong kedalam bidang Srauta dan Grhya yaitu kitab Sradha Kalpa dan Pitrimedha Sutra yang memuat tentang pokok-pokok ajaran mengenai tata upacara yang berhubungan dengan arwah orang-orang yang telah meninggal dunia. Disamping itu pula terdapat kitab Prayascita Sutra adalah suplemen dari kitab Atharwa Weda yang memuat tentang cara pembersihan jasmani dan rohani.
    c) Dharma Sutra yang juga disebut Dharma Sastra yang isinya menguraikan tentang berbagai macam aspek mengenai peraturan hidup bermasyarakat dan bernegara, seperti aturan dasar mencangkup bidang hukum, agama, kebiasaan atau acara dan sistacara. Kitab Dharma Sutra dipandang sebagai kitab yang sangat penting diantara kitab-kitab jenis Kalpa,maka terdapatlah kesan bahwa Weda Smerti itu adalah Dharma Sastra. Orang suci yang disebutkan menulis kitab Dharma Sastra adalah : Bhagawan Manu, Bhagawan Apastamba, Bhagawan Bhaudayana, Bhagawan Harita, Bhagawab Wisnu, Bhagawan Wasista, Bhagawan waikanasa, bhagawan Sanskhalikhita, Bhagawan Yajnawalkya, Bhagawan Parasara. Jenis kitab Dharma Sastra yang terkenal adalah kitab Manawa Dharma Sastra yang dihimpun oleh Bhagawan Manu dan ditulis oleh Bhagawan Brghu, yang mengandung berbagai peraturan tingkah laku dalam kehidupan bersama dalam masyarakat. Menurut Bhagawan Sanskhalikhita, dalam kehidupan ini dilalui oleh empat zaman yang disebut dengan catur yuga. Dijelaskan bahwa menurut tradisi pada masing-masing Yuga berlaku kitab Dharma Sastra tersendiri seperti:
    ? Pada masa Krtha Yuga berlaku kitab Manawa Dharma Sastra karya Bhagawan Manu.
    ? Pada masa Treta Yuga berlaku kitab Dharma Sastra yang ditulis oleh Yajnawalkhya.
    ? Pada masa Dwapara Yuga berlaku Dharma Sastra karya Bhagawan Sanskhalikhita.
    ? Pada masa Kali Yuga Dharma Sastra ditulis oleh Bhagawan Parasara
    Keempat jenis kitab Dharma Sastra tersebut diatas memiliki sifat saling mengisi atau melengkapi antara satu dengan yang lain
    d) Sulwa Sutra isinya memuat tentang petunjuk dan peraturan mengenai tata cara membuat dan mendirikan tempat suci untuk beribadat ( pura, candi ) dan bangunan –bangunan lainya yang berhubungan dengan arsitektur. Kitab Sulwa Sutra memiliki berbgai bentuk kitab antara lain :
    a. Silpa sastra
    b. Kautama
    c. Mayamata
    d. Wastuwidya
    e. Manasara
    f. Wisnudharmotara Purana
    Keempat jenis kitab Dharma Sastra tersebut diatas memiliki sifat saling mengisi atau melengkapi antara satu dengan yang lain.Demikianlah keberadaan kitab-kitab Wedangga sebagai bagaian dari kitab – kitab Smerti, yang dijadikan sumber hukum oleh umat Hindu guna mengamalkan ajaran-ajarannya.
    B. Kelompok Upaweda
    Kata Upaweda berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari kata “ Upa” dan “Weda” Upa berarti dekat dan Weda berate pengetahuan suci. Jadi Upa Weda berarti dekat dengan Weda UpaWeda juga diartikan Weda Tambahan. Kitab Upaweda memiliki fungsi yang sama pentingnya dengan kitab-kitab Smerti lainnya. Kitab Upaweda terdiri dari beberapa cabang ilmu yaitu :
    1. Itihasa
    2. Purana
    3. Arthasastra
    4. Ayurweda
    5. Ghandarwaweda
    6. Kamasastra
    7. Agama

    2.2 Itihasa
    Kitab itihasa disebut juga Wiracarita, epos atau cerita kepahlawanan. Kata Itihasa berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari tiga suku kata yaitu Iti-ha-sa. Yang artinya sesungguhnya kejadian itu begitulah nyatanya. Jadi Itihasa itu adalah sejarah yang sungguh-sungguh terjadi. Itihasa pada mulanya diberikan oleh penulis kitab Mahabrata yaitu Bhagawan Wiyasa Itihasa adalah sebuah epos yang menceritakan sejarah perkembangan raja-raja dimasa yang lampau, Itihasa merupakan karya sastra yang bersifat spriritual, dimana isi ceritanya penuh fantasi, roman, kewiraan, dan mitologi, sehingga Nampak dengan jelas sifatnya yang khas sebagai karya sastra spriritual. Itihasa juga merupakan kitab kumpulan cerita yang mudah dibaca dan dipahami oleh orang kebanyakan, yang sangat sulit memahami isi Weda. Didalamnya terdapat berbagai dialog tentang social politik, tentang filsafat dan teori kepemimpinan yang dipergunakan sebagai pedoman pada pola hokum oleh raja-raja Hindu. Peranan dan fungsi kitab Itihasa itu sangat penting dan tidak dapat diabaikan begitu saja didalam mempelajari Weda, terutama mengenai sejarah agama Hindu, penyebaran kebudayaan Hindu dan berbagai macam konsep politik serta idiologi. Dalam mempelajari kitab itihasa kita harus dapat memilah-milah karena ajarannya ada yang bersifat mitos,mendidik, sosial, serta pembinaan semangat patriotisme. Ajaran idealism yang ada pada kitab Itihasa adalah sifat berpegang teguh pada Dharma, sifat-sifat kepemimpinan yang lebih dikenal dengan azas-azas Brata. Kesemuanya itu pula diketahui dan dipelajari agar dapat dipetik manfaatnya dalam kehidupan ini. Setelah kita membahas kitab-kitab Veda,Vedangga,Upaweda,dan Upangga Veda,dalam periode selanjutnya muncullah kitab-kitab itihasa dan purana. Didalam Vayu Purana dinyatakan bahwa Itihasa (sejarah) dan Purana (sejarah Raja-Raja dan para Dewa) merupakan referensi,ensiklopedi atau glorasi. Veda. Pendapat ini dikemukakan mengingat bahwa ceritra atau kejadian yang disebutkan didalam mantra-mantra Veda secara lengkap atau panjang lebar diuraikan dalam kitab-kitab Itihasa maupun Purana. Hal semacam ini, sebenarnya sudah dikembangkan atau dijelaskan dalam kitab-kitab Brahmana. Uraian didalam kitab-kitab Brahmana itu,lebih dikembangkan lagi dalam kitab-kitab Itihasa dan Purana. Untuk jelasnya kami kutipkan syair Vayu Purana tersebut sebagai berikut,
    Itihasa puranabhyam Vedam samupabrmhayet
    Bibhettyalpasrutad Vedo mamayam praharisyati
    Vayu Purana I.201
    ‘Hendaknya Veda dijelaskan melalui itihasa dan purana.Veda merasa takut kalau seorang bodoh membacanya. Veda berpikir, bahwa dia (orang bodoh) itu akan memukulnya’
    Sesungguhnya itihasa sedikit berbeda dengan purana. Tujuan utama ceritra-ceritra adalah pendidikan keagamaan sedang tujuan itihasa adalah menceritakan sejarah semata.
    Ada dua itihasa yang sangat terkenal diseluruh dunia,yaitu : Ramayana dan Mahabharata, kedua wiracarita besar ini disebut juga Arsavakya. Kata Arsavakya berarti syair yang sangat indah dan menyenangkan ditulis oleh para Rsi.
    2.2.1 Ramayana
    1. Ramayana ditulis oleh Bhagawan Walmiki. Kitab ini dikenal dengan sebagai “ Adikawya” sedangakan Walmiki dikenal dengan sebagai Adikawi. Ramayana adalah sebuah epos yang menceritakan riwayat atau kisah perjalanan hidup Sri Rama atau dikenal dengan gelar Rama Dewa, karena dalam kitab purana disebutkan sebagai salah satu Awatara yang merupakan penjelmaan Dewa Wisnu. Ramayana merupakan cerita yangt berlatar belakang sejarah penyebar bangsa Arya di India yang lebih dikenal dengan sebutan Aryanisasi. Rama bersama saudara-saudaranya adalah tokoh-tokoh bangsa Arya. Sedangkan bangsa kera adalah suku Munda yang berhidung peset dan kaum raksasa yang dikepalai oleh Rahwana adalah mewakili bangsa Dravida yang berkulit hitam, penduduk asli India. Di Indonesia misalnya gubahan yang kita jumpai adalah Kekawin Ramayana yang ditulis dalam bahasa Jawa Kuna oleh Yogiswara.
    Cerita Ramayana merupakan tuntunan mulia untuk seluruh umat manusia di dunia. Maharsi Walmiki penyusun cerita Sri Rama menyatakan :
    Idam pavitram papaghnam
    Punyam vedaisca sammitam
    Sarvapapaih pramucyate.

    Etadakhyanamayusyam
    Pathan ramayanam narah,
    Saputrapautrah saganah
    Pretya svarge mahiyate
    Pathan dvijo vagrsabhatvamiyat
    Syat ksatriyo bhumipatitvamiyat.
    Srimadvalmikya Ramayana I.1.98-100
    ‘Siapa saja yang membaca ceritra Sri rama ini akan disucikan dibebaskan dari dosa, menjadi suci dan seimbang besar pahalanya dengan membaca seluruh kitab suci Veda. Pembacaan ini akan menjauhkan segala dosa yang ada’.
    ‘Seorang yang membaca ceritra Ramayana ini akan memperoleh umur panjang dan setelah meninggal akan memperoleh kebahagiaan di sorga bersama putra-putranya,cucu-cucunya,dan pengikutnya’.
    ‘seorang cendikiawan (brahmana) menjadi mulia,Politisi (ksatria) menjadi penguasa di bumi, seorang bisnismen (Vaisya) memperoleh keberuntungan dari bisnisnya dan bahkan seorang pekerja (sudra) pun akan memperoleh kebesara/kemuliaan’.

    Nama lain Ramayana adalah Caturvimsati-sahasri-samhita. Hal ini disebabkan oleh karena jumlah slokanya sebanyak 24.000 buah. Beberapa pandita Hindu di India percaya bahwa masing-masing keseribu sloka dimulai dengan Gayatri Mantram. Buku Ramayana karya walmiki menurut edisi Ramayana oleh Sri Ramakosa Mandala,Sadasivapith,Poona,India,terdiri dari 7 kanda,659 sarga dan 23.864 sloka sebagai berikut :
    KANDA JML. SARGA JML.SLOKA
    a. Bala Kanda 77 2.266
    b. Ayodhya Kanda 119 4.185
    c. Aranyaka kanda 75 2.441
    d. Kiskenda Kanda 67 2.453
    e. Saudara Kanda 68 2.807
    f.Yuddha Kanda 128 5.675
    g. Uttara Kanda 111 3.373

    Jumlah Sarga 645 tambahan 14 = 659 Sarga,Jumlah Sloka 23.200 tambahan 664 Sloka = 23.864 sloka.
    Demikian jumlah Sloka Ramayana Valmiki mendekati 24.000 Sloka. Jumlah sloka ini tentu berbeda didalam setiap edisi Ramayana. Tetapi cerita Sri Rama tetap sama dan tidak berbeda. Umumnya terdapat 3 edisi Ramayana yang sangat terkenal di India,yaitu :
    a. Edisi India Utara (kota Lahaur)
    b. Edisi India Selatan (kota Madras)
    c. Edisi India Timur (kota Calcuta)
    Menurut keyakinan umat Hindu,Rama adalah Avatara Tuhan Yang Maha Esa yang turu menyelamatkan umat manusia dari kehancuran moralitas yang ditokohi oleh raja raksasa Ravana.Di dalam karya sastra yang agung ini terdapat idealisme yang dapat dijadikan teladan :
    Sa Sarvagunopateh Kausalyanandavhardanah
    Samudra iva gambhirye dhairyena Himvaniva
    Visnuna sadrso virye samavat priyardasanah
    Kalagnisadrsah krodhe ksamaya prthivisamah
    Dhanadena samastyage satye dharma ivaparah
    Ramayana I.1.17-19
    “Rama,putra dewi kausalya mempunyai segala jenis kutamaan. Dalam hal kedalaman dan kerahasiaannya,beliau seperti samudra,tegak dan sabar seperti gunung Himalaya,sama seperti Visnu dalam hal kekuasaannya,seperti Soma dalam ketampanannya,seperti Kala Agni(api kematian) dalam kemarahan,seperti dewi Prthitivi dalam memaafkan,seperti Dhanada(kuvera) dalam memberikan hadiah dan seperti Satya/kebenaran dalam ajaran Agama”.
    Seluruh buku Ramayana mengandung ajaran yang luhur,besar dan mendasar.Demikian cerita Ramayana masing-masing mempunyai Idealisme. Bahkan karena kesucian kitab ini,setelah membaca atau mendengar Ramayana ini,seseorang akan memperoleh umur panjang.Beberapa kekawin didalam bahasa jawa kuno sudah ditulis,yang mengandung cerita Rama,yaitu Ramayana kekawin oleh Mpu Yogisvara,Sumanasantaka oleh Monaguna dan Smaradhana oleh Mpu Dharmaja.

    2.2.2 Mahabharata
    Itihasa yang kedua adalah Mahabrata yang sering disebut dengan istilah Wiracarita. Istilah Mahabrata terdiri dari kata “ Maha” yang berarti besar dan “ Bharata” artinya keluarga Bharata. Jadi Mahabrata berarti keluarga besar Mahabharata, yang berasal dari keturunan Maharaja Duswanta seorang Raja di Hastinapura. Beliaulah yang menurunkan keluarga Pandawa dan Korawa.
    Cerita pokoknya sebagaian besar menceritakan peperangan sengit selama 18 hari antara para Pandawa melawan Korawa. Karena itulah nama lengkap cerita ini adalah Mahabharata Yuddha. Yang berarti peperangan besar antara keluarga Bharata. Yang menggambarakan pecahnya perang saudara antara bangsa Arya itu sendiri.
    Mahabharata ini ditulis oleh Bhagawan Byasa yang terdiri dari 100.000 stansa ( sloka ) yang dibagi menjadi 18 bagian ( parwa ) yang dikenal dengan istilah Asta Dasa Parwa. Kedelapan Belas Parwa itu adalah :
    1) Adi Parwa ( melukiskan kelahiran Pandawa dan Kurawa )
    2) Sabha Parwa (melukiskan pertemuan untuk divisi kerajaan)
    3) Wana Parwa (melukiskan kekalahan pandawa dan pembuangannya ke hutan)
    4) Wirata Parwa (melukiskan pembuangan pandawa yang kedua)
    5) Udyoga Parwa (melukiskan perundingan antara kurawa dan pandawa)
    6) Bhisma Parwa (melukiskan perang bharata dan kejatuhan Bhisma)
    7) Drona Parwa (melukiskan perang Bharata dan kematian mahapatih Drona)
    8) Karna Parwa (melukiskan perang Bharata dan kematian mahapatih Karna)
    9) Salya Parwa (melukiskan perang Bharata dan kematian mahapatih Salya)
    10) Saupitika Parwa(melukiskan perang malam oleh Aswatama dan kematian anak-anak dewi Drupadi,melukiskan kematian Duryodana)
    11) Stri Parwa (melukiskan ratap tangis janda dan upacara kematian)
    12) Santhi Parwa (melukiskan kematian Bhisma yang seorang kakek,sebelum beliau meninggal,beliau memberikan wejangan Dharma kepada Yudhistira)
    13) Asusasana Parwa (melukiskan kerajaan Pandawa)
    14) Aswamedha Parwa (melukiskan yajna Aswamedha pleh Pandawa)
    15) Asramawasika Parwa (melukiskan Asramavasa Dhrtarastra dll.)
    16) Manusala Parwa (melukiskan kehancuran keturunan Yadu di Dwaraka)
    17) Mahaprasthanika Parwa (melukiskan kepergian Pandawa ke gunung Himawan)
    18) Swargharohana Parwa (melukiskan kematian Bhima,Arjuan,dll.)
    Disamping kedelapan belas Parwa itu terdapat pula dua buku suplemen ( pelengkap ) yaitu kitab Hari Wamsa dan Bhaga Wadgita. Kitab Hari Wamsa membahas tentang asal mula keluarga Bhatara Krisna. Sedangkan Kitab Bhaga Wadgita berisi percakapan antara Bhatara Krisna dengan Arjuna di medan perang Kuruksetra.

    Pada mulanya maharsi Veda Vyasa,menulis kitab ini dengan nama “Jaya Samhita” setelah itu Vaisampayana,muridnya sendiri dan setelah itu,Suta Ugasrava,juru cerita yang menceritakan cerita ini. Demikian Mahabharata terdiri dari tiga pangkalan perkembangan,yaitu :

    Nama Cerita Penulis Jumlah Sloka
    1. Jaya Samhita
    2. Bharata Samhita
    3. Mahabharata Samhita Vedavyasa
    Vaisampayana
    Suta Ugasrava 8.800
    24.000
    100.000

    Dalam Srimadbhagavadgita (buku Bhagavadgita) yang secara pasti adalah filsafat hidup terbagus didunia termasuk dalam bagian Bhisma Parva. Tuhan Yang Maha Esa dalam wujud-Nya sebagai Krsna mengatakan rahasia Atma (jiwa) kepada Arjuna,yaitu:
    Na jayate mriyate va kadacit
    Nayam bhutva bhavita van a bhuyah
    Ajo nityah sasvato’yam purano
    Na hanyate hanyamane sarir
    Bhagavadgita II.20
    ‘Jiwa ini tidak terlahirkan dan tidak pernah binasa. Baik di masa lampau maupun di masa dating, ini juga tak akan terjadi. Hanya badan yang rusak (binasa) sedangkan jiwa tidak’.
    2.3 Purana
    Purana dalah kitab yang memuat tentang ajaran suci dalam bentuk cerita ( mithologi ) keterangan mengenai tradisi-tradisi yang berlaku pada jaman dahulu kala ( kuno ), terutama tentang silsilah Dewa-Dewa, Penciptaan Alam Semesta, Silsilah keturunan Manu, Kalpa, dan sebagainya. Kitab Purana ini banyak pula memuat tentang silsilah Raja-Raja, perkembangan kerajaan Hindu dan dinasti pada masa itu.
    Maksud penulisan kitab Purana ini adalah untuk menyiarkan pengetahuan keagamaan dan membangkitkan rasa pemujaan yang mendalam dikalangan rakyat dan perantara mythos, cerita-cerita, dongeng-dongeng dan pencatatan sejarah kebangsaan termasuk didalamnya tentang silsilah raja-raja, sejarah perkembangan kerajaan Hindu dan berbagai dinasti pada masa itu. Malalui Purana ajaran Weda lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam perkembangan di Indonesia beberapa Purana dialih bahasakan kedalam bahasa Jawa kuna sehingga dengan demikian umat Hindu di Indonesia mengenal cerita-cerita Purana dan mempergunakannya sebagai pedoman dalam hidupnya.
    Jumlah kitab Purana ada 18 buah, berdasarkan sifatnya kedelapan belas Purana itu dibagi atas tiga kelompok, yaitu dengan menonjolkan pemujaan kepada Dewa Tri Murti seperti :
    1) Kelompok Satwika Purana
    Kitab Purana ini mengutamakan pemujaan kepada Dewa Wisnu, maka dalam kitab ini Dwa Wisnu menempati kedudukan yang tertinggi dan diceritakan dalam berbagai wujud reinkarnasinya sebagai Awatara. Yang termasuk kedalam kelompok Satwika Purana terdiri dari :
    1. Wisnu Purana
    2. Narada Purana
    3. Bhagawata Purana
    4. Garuda Purana
    5. Padma Purana
    6. Waraha Purana

    2) Kelompok Rajasika Purana
    Dalam kelompok ini pemijaan terhadap Dewa Brahma merupakan yang utama . Dewa Brahma sebagai salah satu menifestasi Tuhan Dalam Tri Murti. Yang termasuk dalam kelompok Rajasika Purana terdiri dari enam buah kitab Purana yaitu :
    1. Brahmanda Purana
    2. Brahmawaiwarta Purana
    3. Markandeya Purana
    4. Bhawisya Purana
    5. Wamana Purana
    6. Brahmanda Purana
    3) Kelompok Tamasika Purana
    Kelompok kitab Tamasika Purana ini isinya menguraikan tentang cerita pemujaan Dewa Siwa sebagai Dewa yang tertinggi. Kelompok ini terdiri dari enam kitab Purana yaitu :
    1. Matsya Purana
    2. Kurma Purana
    3. Lingga Purana
    4. Siwa Purana
    5. Skanda Purana
    6. Agni Purana
    Kitab Purana sangat penting karena memuat cerita yang menggambarkan pembuktian hukum yang pernah dijalankan. Kitab ini merupakan kumpulan ajaran – ajaran hukum melalui peradilan ( Jurisprudensi ). Pada umumnya suatu Purana dianggap lengkap dan baik, bila memuat lima isi pokok yang menjadi corak khusus yang disebut Panca Laksana, yaitu :
    1) Sargah, cerita tentang penciptaan alam semesta (cosmogony)
    2) Pratisargah, yaitu cerita tentang peleburan alam semesta yang disebut pralaya (kiamat) dan penciptaan dunia kembali.
    3) Wamsa, yaitu cerita tentang asal-usul para Dewa dan para Rsi.
    4) Manwantara, yaitu Cerita tentang masa Manu atau jaman-jaman pemerintahan Manu.
    5) Wamsanucarita, yaitu tentang sejarah raja-raja atau dinasti raja-raja Hindu.
    Disamping kedelapan belas Purana seperti dijelaskan diatas terdapat pula Kitab pula Kitab Purana tambahan yang disebut Upa Purana, yang sifatnya sebagai tambahan atau suplemen. Kelompok Purana ini lebih kecil dan isinya sangat singkat dan pendek. Secara tradisi penulisnya disebutkan Bhagawan Wyasa.
    Adapun yang tergolong kitab Upa Purana jumlahnya sebanyak 18 buah, yaitu :
    a) Sanatkumara
    b) Narasimaka
    c) Brihannaradiya
    d) Siwarahasya
    e) Durwasa
    f) Kapila
    g) Wamasana
    h) Bhargawa
    i) Waruna
    j) Kalika
    k) Samba
    l) Nandi
    m) Surya
    n) Parasara
    o) Wasistha
    p) Dewibhagawata
    q) Ganesa
    r) Hamsa

    • Kelompok Upaweda Lainnya

    Arthasastra
    Arthasastra adalah kitab yang isinya tentang pokok-pokok pemikiran bidang ilmu poloitik. Arthasastra sebagai kitab yang berisikan Ilmu polotik dan pemerintahan, sering juga disebut dengan nama Nitisastra, Raja Dharma atau Dandaniti. Pokok-pokok ajaran Arthasastra ini terdapat pula dalam Narayana dan Mahabharata. Kitab Arthasastra ini ditulis oleh Bhagawan Brhaspati, Maha Rsi Kantilya (Chanakya), Bhagawan Usana, Bhgawan Parasara, Wisningupta, Bharadwaja dan Wisalaksa.
    Jenis kitab Artasastra yang sudah diubah kedalam bahasa indonesia adalah jenis kitab Usana, Nitisastra serta Sukraniti.

    Yang tergolong kitab Arthasastra antara lain :
    1. Usana
    2. Nitisara
    3. Sukranithi
    4. Manawadharmasastra
    5. Puwadigama
    6. Agama
    7. Sarasamuscaya
    8. Dewadigama
    9. Negarakramasasana
    10. Wrtisasana

    Ayur Weda
    Kitab Ayur Weda adalah kelompok kitab Upaweda yang isinya menguraikan tentang ilmu kedokteran.Sehingga ajaran yang menjadi hakekat kitab ini adalah menyangkut bidang kesehatan baik jasmani dan rohani. Jadi Ayur Weda adalah filsafat kehidupan, baik etis maupun medis.
    Disamping Ayur Weda yang ditulis olsh Maha Rsi Pisampingitu kitab Sunarwasu, terdapat pula jenis-jenis kitab yang tergolong kelompok Ayur Weda, seperti :
    a) Susutra Samhita, kitab ini isinya tentang pentingnya ajaran umum dibidang ilmu bedah. Disamping itu kitab Susutra Samhita mencatat berbagai macam alat-alat yang dapat dipergunakan dalam pembedahan. Kitab Susutra Samhita ditulis oleh Bhagawan Susanta.
    b) Yogasara, kitab ini menguraikan tentang pokok-pokok ajaran ilmu yoga yang sehubungan dengan system anatomi dalam pembinaan kesehatan,baik jasmani dan rohani. Kitab ini ditulis oleh Bhagawan Nagarjuna.
    C) Karmasastra, juga disebut dengan nama kitab Kamasastra, isinya menguraikan tentang ajaran ilmu jiwa remaja. Disamping itu kitab ini juga memuat tentang hal-hal yang berhubungan dengan asmara, seni atau rasa indah. Kitab Kamsutra ini ditulis oleh Bhagawan Waisyayana pada ± abad 10 masehi. Kitab Kamasutra berhubungan dengan kitab Wajikarana Tantra.
    Berdasarkan materi yang terdapat dalam kitab Ayur Weda, maka i9si kitab Ayur Weda meliputi delapan bidang ajaran umu, yaitu :
    1. Salya, yaitu ajaran mengenai ilmu bedah
    2. Salkya, yaitu ajaran mengenai ilmu penyakit
    3. Kayakitsa, yaitu ajaran mengenai ilumu obat-obatan
    4. Bhutawidya, yaitu ajaran mengenai ilmu psikotheraphy
    5. Kaumarabhrtya, yaitu ajaran mengenai ilmu pendidikan anank-anak dan merupakan dasr bagi ilmu jiwa anak-anak’
    6. Agadatantra, yaitu ajaran mengenai ilmu Toxiklogi
    7. Rasayamatantra, yaitu ajaran mengenai ilmu mujijat
    8. Wajikaranatantra, yaitu ajaran mengenai jiwa remaja.

    d) Gandharwa Weda
    Kitab Gandhrwa Weda isinya menguraikan tentang berbagai aspek cabang ilmu seni. Pengetahuan Gandharwa Wda membantu para sastrawan dalam mengubah ajaran-ajaran agama dalam syair-syair yang sangat indah dan menjadi dasar keterangan mengenai sejarah asal mula lagu-lagu pujaan atau mantra dan kidung-kidung yadnya lainnya. Gandhrwa Weda sebagai kitab Smrti, juga memiliki beberapa bagian kitab, seperti :
    • Natyasastra
    • Natyawedagama
    • Dewadasasaharsi
    • Rasarnawa
    • Rasaratnasamuscaya dan yang lainnya

    e)Kamasastra

    Kitab Kamasatra sebagai bagian dari jenis kitab Upa Wedaberisi tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan asmara,seni,atau rasa indah. Kamasastra biasanya diterjemahkan sebagai ilmu asmara. Sesungguhnya terjemahan itu tigdak tepat, walaupun kata kama artinya asmara. Melihat dari isinya maka pada garis besarnya kitab ini tergolong ilmu seni. Segala yang berbau seni umumnya bertujuan untuk membangunkan perasaan atau ilmu rasa. Isinya bukan hanya mengupas pendidikan sex, tetapi perlunya setiap manusia mempelajari segala aspek seni atau rasa indah.
    Dalam upaya untuk mewujudkan salah satu tujuan, umat Hindu dipandang perlu untuk membangkitkan rasa indahtersebut. Kebangkitan dari rasa indah manusia berbentuk untuk berbakti kepada Sang Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa, hendaknya dipedomani oleh Kamasastra. Karena dengan demikian asmara dan rasa indah yang muncul itu tetu terarah terarah/bernilai positif adanya. Kitab Kamasastra yang paling terkenal adalah karya dari Bhagawan Watsyayana.

    A g a m a

    Salah satu bagian yang terpenting dari kitab Weda dan merupakan kita suci bagi umat Hindu adalah Agama. Kitab Agama timbul dan berkembang jauh-jauh setelah agama Hindu mencapai bentuk Agama. Bagi mereka yang belum dapat mempelajari Weda dapat belajar agama Hindu berdasarkan kitab-kitab Agama. Kitab Agama adalah Kitab suci agama Hindu yang isinya khusus memuat ajaran tentang keyakinan adanya Tuhan Yang Maha Esa dan petunjuk-petunjuk untuk melaksanakan tata cara persembahyangan.
    Pada mulanya isi kitab Agama dibagi kedalam empat pokok bahasan, yaitu :
    1) Jnana : yaitu segala aspek pengetahuan, terutama Widhitattwa, Atmatattwa, Samsara,
    Moksa dan sebagainya.
    2) Yoga : yaitu petunjuk dan keterangan tentang cara melakukan yoga atau hubungan rohani dengan Tuhan Yang Maha Esa
    3) Krya : yaitu petunjuk dan keterangan tentang ritual secara esoterisma.
    4) Charya : yaitu petunjuk dan keterangan tentang pemujaan yang bersifat exoteris
    Oleh karena itu maka isinya merupakan bahasan berbagai pengertian, tidak saja tentang ontology, tetapi juga hal-hal yang menyangkut tentang kosmologi, mukti atau moksa,bhakti,meditasi,filsafat tentang mantra atau diagram yang bersifat mistik, berbagai macam doa yang ada kaitannya dengan pendukunan, pembuatan pura, pembuatan rumah, pembuatan arca, peraturan social serta segala aturan mengenai tata tertib upacara yadnya
    Menurut ajaran agama Hindu tiap jaman mempunyai sifat-sifat tertentu. Pada garis besarnya kitab suci Hindu dikaitkan dengan jaman :
    ? Kitab Sruti :(Rg,Yajur, Sama dan Atharma Weda, Upanisad dan Brahmana ) berlaku pada jaman Krta Yuga terutama pelaksanaan ajaran Niwerti Marga.
    ? Kitab Smerti :(Wedangga terutama Dharmasatra) khusus berlaku pada jaman Trita Yuga dengan ajaran pokok mencangkup pelaksanaan Prawerti Marga.
    ? Kitab Purana :dan Itihasa menjadi pegangan dan petunjuk pelaksanaan pada jaman Dwapara Yuga terutama mencangkup aspek pelaksaan Yadnya
    ? Kitab Tantra :atau Agama menjadi pegangan dan petunjuk pelaksanaan pada jaman Kala Yuga
    Walaupun tiap-tiap jaman mempunyai kitab suci yang bersifat khusus, ini tidak berarti bahwa kitab-kitab sebelumnya diabaikan. Kitab berikutnya merupakan penambahan atau psngebangan trhadap kitab sebelumnya. Dengan demikian kitab Agama tidak dapat dipisahkan dengan kitab-kitab weda lainnya.Kitab Agama adalah kitab suci agama Hindu pula.
    Demikianlah antara lain sunber ajaran Agama Hindu yang tertulis,disamping juga sumber ajaran Agama Hindu yang tidak tertulis.
    Sumber ajaran Agama Hindu yang tidak tertulis meliputi :
    ? Sila atau etika yang telah diterima secara umum oleh orang-orang bijaksana.
    ? Sistacara atau acara adalah tradisi setempat yang dijalankan sebagai bagian dari ajaran agama Hindu.
    ? Atmanastuti yaitu suatu perbuatan yang dapat member kebahagiaan dan dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan dharma.
    Ajaran Agama mulai dari sabda Tuhan dalam kitab suci Weda dan seluruh susastra Hindu,seperti dalam kitab-kitab Itihasa dan Purana merupakan sumber ajaran budi pekerti,karena pada hakekatnya ajaran Agama mengubah dan meningkatkan kualitas hidup manusia baik jasmani maupun rohani.
    Ajaran suci Weda memberi tuntunan pada umat mencangkup semua aspek hidup dan kehidupan semua manusia, karena memang Weda diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan serta mensejahterakan dan kebahagian umat manusia lahir bathin.Nilai-nilai pendidikan budi pekerti yang terkandung dalam ajaran suci Weda sangat relevan sepanjang zaman.

  • sunardi:

    Wah seru juga nih adu argumennya:
    Iya memang semua agama telah mengajarkan tentang kebaikan, kemulyaan dan kesucian, tidak ada satu agamapun yang telah mngajarkan tentang kerusakan dan kehancuran, apalagi dinegara kita Indonesia ini sebelum merdeka sudah sepakat dan dicantumkan dalam PANCASILA yaitu sila pertama harus berdasarkan KETUHANAN YANG MAHA ESA dan itu sudah harga mati entah agama apa yang membandal ? masih mempertuhankan banyak tuhan, banyak dewa dewi dan tiga jadi satu maupun satu jadi tiga tuhanya.
    Kalau kita tengok sejarah manusia pertama diciptakan yaitu Nabi Adam hanya menyembah kepada ALLAH Tuhan Yang Maha Esa sampai turun kenabi nabi dan rosul yaitu Ibrahim ( Brahma dalam Hindu , Musa, Daud, Isa ( Yesus ) dan terakhir Nabi Muhamad hanya menyembah kepada ALLAH atau Tuhan Yang Maha Esa. akan tetapi terus sekarang manusia ada yang berubah menyembah yang lain itulah perbuatan manusia setan yang membuat kedurhakaan sehingga ada yang menyembah Yesus, Sidarta Gautama, Dewa Dewi, Patung Berhala dsb, memang saya mengakui semua agama itu baik ajarannya, akan tetapi dalam konsep ketuhanan perlu mencari kebenaran yaitu meleui penelitian ilmiah, karena dalam penelitian itu untuk menguji kebenranan itu sendiri dalam bertuhasn adalah intisari dalam beragama, kalau konsep ketuhanannya salah akan siasialah yang kita bangun selama hidup didunia ini tidak ada gunanya ibarat m,enggarami lautan, maaf yaa bukan menggurui atau sok pintar, terima kasih salaaaaam.

  • sunardi:

    Maaf Mr Kasihan saya tidak setuju kalau Islam itu dikatakan:
    1. Teroris justru korban teroris dan korban pembantaian dapat dibuktikan dalam sejarah dunia yaitu dimulai dari perang salib I, Hulagu Khan kaisar Bar Bar pembantai Bagdad, Ratu Isa Bela sang haus darah pembantai Andalusia, di Palestina, Bosnia, Patani, Pilipina selatan, Ambon, Poso jutaan umat Islam disembelih bergelimpangan itu tidak bisa dipungkiri fakta sejarah.

    2. Teroris itu bukan ajaran Islam, kalau di Indonesia ada teroris yang dilakukan oleh orang Islam, kamu bisa menilai sendiri keadaan dinegri ini jangankan Islam agama lainpun geregetan keadaan dinegri ini.

    3. Umat Islam bukan bodoh, karena umat Islam pemegang dan pewaris kitab suci yang diturunkan dari ALLAH, karena penemu Ilmu adalah umat Islam yaitu ilmu Aljabar dikembangkan Matematik, Alkemi dikembangkan Kimia, Alfalak dikembangkan Fisika Ilmu kedokteran dsb, umat Islam pernah mengusai dunia dari abad ke 4 s/d 15 banyak jasa terhadap dunia ini banyak bangsa Eropa, bangsa Yahudi berguru dan mencari Ilmu pada Islam, dan tidak ada teror dan paksaan dalam beragama. setelah abad ke 15 banyak pemabantaian umast Islam sepanjang sejarah ditipu dijajah dirampok hartanya penjajahan melanda dunia tak terbendungkan lagi.

    4. Umat Islam bukasn miskin justru negaranya potensi kekaya alamnya melimpah ruah, agama apa, bangsa apa, negara apa yang tidak berkepentingan dg Islam mereka saling berebut untuk berdekatan dan bermesraan dg Islam.

    5. Umat Islam tidak bermusuhan dg Yahudi Isrel, dalam Alqur\’an itu rambu rambu, karena bangsa Yahudi Israel tak henti herntinya memusuhi Islam penuh dengan kedengkian untuk memurtadkan umat Islam dan mau mengikutinnya walaupun mengeluarkan dana milyaran dolar tidak jadi masalah selin itu juga banyak para nabi dan rosul dibunuh, kitab Suci Taorot, Injil dan Zabur banyak hukum hukum Tuhan yang dirusak termasuk ketuhanan YESUS. itulah kerusakan oleh Yahudi Israel.

  • hamba allah:

    ass,,,buat sdr abdulloh,,,,subhanalloh,anda adalah orang yang sangat sabar.allah mencintai orang yang sabar. dan manusia tidak luput dari kesalahan,,,,,karena kebenaran hanya milik allah.
    tiada tuhan selain allah (menurut islam)

Leave a Reply

Security Code: